Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Nissan Motor Distributor Indonesia. Foto: IST.

PT Nissan Motor Distributor Indonesia. Foto: IST.

Indomobil Tuntaskan Akuisisi 75% Saham Distributor Nissan

Minggu, 22 November 2020 | 22:36 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) menuntaskan transaksi akuisisi 75% saham PT Nissan Motor Distributor Indonesia dari Nissan Motor Co Ltd. Selain itu, Indomobil berhasil meraih fasilitas kredit modal kerja senilai Rp 1,25 triliun.

Hal itu terungkap dalam laporan keuangan Indomobil kuartal III-2020. Perseroan melalui anak usahanya, PT IMG Sejahtera Langgeng, sebelumnya telah menandatangani kesepakatan kemitraan strategis dengan Nissan Motor pada 6 Agustus 2020. Kemudian, perjanjian jual beli bersyarat terkait saham Nissan Motor Distributor ditandatangani pada 30 September 2020.

Setelah melewati sejumlah proses, termasuk rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Nissan Motor Distributor, maka transaksi akuisisi efektif pada 3 November 2020.

“Dengan demikian, kepemilikan IMG Sejahtera pada Nissan Motor Distributor meningkat dari 0,04% menjadi 75% dan kepemilikan efektif Indomobil di Nissan Motor Distributor menjadi 74,99%,” ungkap manajemen Indomobil dalam laporan keuangannya yang dikutip Investor Daily, Minggu (22/11).

Efektifnya transaksi akuisisi membuat modal dasar Nissan Motor Distributor meningkat Rp 50 miliar menjadi Rp 3,87 triliun dari sebelumnya Rp 3,82 triliun. Transaksi ini memperoleh persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 5 November 2020. Adapun Nissan Motor Co Ltd mempertahankan kepemilikan saham minoritas sebesar 25%.

Tahun lalu, operasi Nissan di Indonesia mulai tertekan yang ditandai dengan penutupan pabrik di Karawang, Jawa Barat, pada Maret 2019. Kemudian, Nissan menghentikan produksi mobil murah merek Datsun sejak Januari 2020.

Kini, dengan dikuasai oleh Indomobil, merek Nissan memulai strategi penjualan produk anyar mobil elektrik compact SUV bernama Nissan Kicks e-Power pada November. Mobil ini sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik. Baterai lithium-ion mengoptimalkan tenaga untuk pengalaman berkendara yang lebih hemat energi.

Sementara itu, Indomobil melalui sejumlah anak usahanya meraih fasilitas modal kerja pada Oktober 2020. Semisal, Bank BTPN setuju menambah fasilitas baru loan on note 2 hingga Rp 400 miliar yang hanya dapat digunakan oleh anak usaha Indomobil, yaitu PT Wahana Wirawan. Fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada 30 Juni 2021.

Kemudian, Bank DBS setuju menambah fasilitas baru uncommitted revolving credit facility senilai Rp 200 miliar kepada sejumlah anak usaha Indomobil pada 20 Oktober 2020. Jatuh tempo pinjaman tersebut adalah 30 September 2021. Terakhir, Bank UOB Indonesia mengucurkan fasilitas kredit berupa clean trust receipt hingga Rp 650 miliar pada 21 Oktober 2020.

Bisnis Truk Logistik

Indomobil bakal memperkuat kerja sama dengan Seino Holdings Co Ltd untuk bisnis truk logistik. Perseroan optimistis industri otomotif bisa pulih tahun depan.

Direktur Utama Indomobil Sukses Internasional Jusak Kertowidojo mengatakan, perseroan telah menjalin kerja sama dengan Seino lewat perusahaan patungan (join venture/JV) bernama PT Seino Indomobil Logistics Services, dengan perseroan menguasai mayoritas saham. JV tersebut telah beroperasi sejak 2016.

“Bisnis truk logistik kami dengan Seino berkembang pesat. Jumlah armada truk saat ini sudah 5.400 unit. Kami percaya perkembangannya akan sangat signifikan ke depan,” kata dia, baru-baru ini.

Menurut Jusak, perseroan optimistis terhadap bisnis kendaraan logistik lantaran sektor fast moving consumer goods (FMCG) yang merupakan pelanggan perseroan masih menjadi sektor yang prospektif, apalagi setelah pandemi berakhir. Selain akan menambah armada, perseroan juga selalu meningkatkan kualitas pengemudi truk melalui berbagai pelatihan.

Sementara itu, Jusak mengakui pandemi membuat penurunan permintaan kendaraan. Khusus untuk pasar mobil, permintaan hanya menyisakan 10% dari volume penjualan rutin bulanan, atau permintaan anjlok hampir 90% pada April silam. Namun, pihaknya mencatat pada September permintaan sudah berkisar 50% dari waktu normal sebelum pandemi, dan diprediksi mencapai 65% dari masa normal pada Desember nanti.

“Untuk tahun depan, kami percaya permintaan bisa 80% dari kondisi normal pada 2019. Secara jangka panjang pasar otomotif berkembang karena penetrasinya masih rendah," jelas dia.

Sebagai informasi, Indomobil merupakan agen pemegang merek (APM) dari Nissan, KIA, Audi, Suzuki hingga alat berat dan truk Volvo dan Hino. Khusus untuk KIA, Indomobil sudah memasarkan produk KIA melalui PT Kreta Indo Artha sejak tahun lalu. “Untuk produksi mobil KIA, perseroan akan menggunakan fasilitas pabrik yang sudah ada,” ujar Jusak.

Hingga saat ini, perseroan masih menyusun anggaran dan proyeksi kinerja 2021. Sementara, hingga semester I-2020, perseroan telah menyerap belanja modal Rp 603 miliar, yang sebanyak Rp 347 miliar untuk bisnis kendaraan dan Rp 256 miliar untuk non-kendaraan. Realisasi tersebut jauh dibanding realisasi belanja modal perseroan pada semester I-2019 yang mencapai Rp 2,29 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN