Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ojek online

Ojek online "Anterin". Foto: anterin.id

Indonesia Air Akuisisi Ojek Online “Anterin”

Gita Rossiana, Rabu, 29 Januari 2020 | 19:12 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA) atau Indonesia Air mengakuisisi mayoritas saham PT Anterin Digital Nusantara, pemilik bisnis ojek online, Anterin. Proses akuisisi diperkirakan rampung pada akhir Februari 2020.

Wakil Presiden Direktur Indonesia Transport & Infrastructure Wishnu Handoyo menjelaskan, pihaknya memilih Anterin karena visi yang dimilikinya. "Anterin diciptakan untuk mengubah konsep operasional ojek online yang ada saat ini," kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Rabu (29/1).

Dia menjelaskan, Anterin berbeda dengan penyedia jasa perjalanan lainnya. Hal ini terlihat dari cara mereka memperlakukan pengemudinya. Anterin tidak membebani pengemudi dengan mengenakan potongan komisi pada setiap transaksi, tetapi dengan sistem langganan bulanan.

Model bisnis ini dianggap lebih adil dan lebih menguntungkan bagi pengemudi. Model bisnis ini juga memberikan jawaban atas keluhan pengemudi yang merasa bahwa operator ojek online mengenakan biaya terlalu tinggi untuk pekerjaan yang sepenuhnya dilakukan pengemudi.

Selain itu, pengguna juga mendapat manfaat dari fitur tawar-menawar dan opsi pemilihan pengemudi yang tersedia di aplikasi. Dengan fitur ini, pelanggan akan mendapatkan harga yang lebih masuk akal, sesuai kesepakatan dan tanpa harus didikte oleh aplikasi.

Adapun Anterin saat ini berkembang cukup pesat. Kurang dari setahun beroperasi, Anterin memiliki lebih dari 300 ribu pengemudi terdaftar dan 530 ribu pelanggan yang beroperasi di 51 kota di seluruh Indonesia.

Anterin tidak hanya menawarkan layanan ojek online, namun juga memiliki layanan pengiriman barang. Tahun ini, Anterin akan mengembangkan layanan-layanan baru yang menarik, termasuk layanan taksi (bekerja sama dengan penyedia taksi terkemuka), layanan pengiriman makanan, antar-jemput, penyewaan mobil, dan helikopter.

Rencana 2020

Akuisisi bisnis ojek online merupakan salah satu cara Indonesia Air untuk menghadapi tantangan bisnis 2020. Selain itu, Indonesia Air juga akan mengembangkan layanan private jet. "Perseroan berencana untuk melakukan pengadaan air ambulance, mengingat dunia bisnis di Indonesia yang semakin menarik, salah satunya medical evacuation," kata Wishnu, belum lama ini

Perseroan juga tidak hanya mengandalkan perusahaan dari sektor minyak bumi dan gas saja, namun merambah ke perusahaan di sektor perkebunan atau pertambangan serta instansi pemerintah. Hal ini dilakukan karena perusahaan di sektor minyak bumi dan gas tidak melakukan eksplorasi baru sehingga tidak memerlukan helikopter lagi.

Lebih lanjut, perseroan juga berencana mengambil alih 87% saham PT Global Maintenance Facility, perusahaan yang bergerak di bidang jasa reparasi pesawat. Wishnu mengungkapkan, proses pengambilalihan Global Maintenance Facility akan menggunakan skema debt to equity swap karena perusahaan itu memiliki utang Rp 3,8 miliar kepada Indonesia Air.

Wishnu menjelaskan, pihaknya ingin mengakuisisi Global Maintenance Facility karena memiliki kapabilitas untuk merawat pesawat rotary dan fixed wings. Ditambah, pangsa pasar Global Maintenance Facility cukup bagus dan sering bekerjasama dengan Indonesia Air. "Proses bisnisnya sangat baik karena bisa mengelola pesawat yang bukan saja milik Indonesia Air, tapi juga operator lain," terang dia.

Selain mengakuisisi Global Maintenance Facility, aksi korporasi lain yang dilakukan perseroan adalah melakukan penambahan modal melalui private placementPrivate placement ini dilakukan dengan menerbitkan 718,14 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 50 per saham.

Dalam aksi private placement ini, Marco Prince Corp mengambil bagian 418,14 juta saham baru dan Charlton Group Holding Ltd mengambil 300 juta unit saham baru. Dana dari hasil private placement ini digunakan untuk tambahan modal kerja perseroan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA