Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Indonesia Kendaraan Terminal (PT IKT) . Foto ilustrasi: IST

PT Indonesia Kendaraan Terminal (PT IKT) . Foto ilustrasi: IST

Indonesia Kendaraan Terminal Jajaki Kontrak Penyimpanan Kendaraan Wuling

Muhammad Ghafur Fadillah, Selasa, 15 Oktober 2019 | 21:10 WIB

JAKARTA, Investor.id - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) sedang menjajaki kontrak penyimpanan kendaraan completely build unit (CBU) dengan pabrikan otomotif asal Tiongkok, Wuling. Total penyimpanan ditargetkan mencapai 2.000 unit per bulan.

Pelaksana Tugas Direktur utama Salusra Wijaya mengatakan, perseroan sedang melakukan penjajakan kontrak dengan pabrikan otomotif Wuling untuk peyimpanan kendaraan di lahan milik perseroan dengan kuota sekitar 2.000 unit kendaraan per bulan. “Memang belum ada kontrak tertulis dengan Wuling, tapi secara operasional sudah jalan,” usai rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) di Jakarta, (15/10).

Selain penjajakan kontrak baru, dia mengatakan, perseroan akan melanjutkan ekspansi peningkatan volume penyimpanan kendaraan completely build unit (CBU) internasional dan domestik. Perseroan sebelumnya telah menambah 4 hektare (ha) dan ditargetkan penambahan kembali seluas 2 ha hingga akhir tahun ini.

Menurut diaperseroan sedang memfokuskan penambahan kapasitas penyimpanan kendaraan CBU baik dari domestik maupun internasional dengan metode perluasan lahan penyimpanan. Aksi ini juga untuk mengurangi dampak negatif lesunya penjualan alat berat yang berimbas terhadap penurunan volume penyimpanan. Sebagaimana diketahui alat berat menjadi penyumbang utama pendapatan perseroan.

“Sebelumya kami telah memperluas lahan penyimpanan kendaraan menapai 4 ha menjadi 34 ha dan direncanakan akhir tahun ini masih ada penambahan areal penyimpanan hingga menjadi 36 ha. Tambahan 2 ha tersebut akan menelan investasi berkisar Rp 50 miliar yang bersumber dari dana hasil IPO saham,” ujarnya.

Penambahan areal penyimpanan kendaraan CBU, ungkap dia, sebagai antisipasi pesatnya permintaan lahan penyimpanan. Saat ini saja kendaraan yang sudah terparkir di lahan perseroan dalam domestik telah mencapai 50,000 unit dan internasional 300.000 unit. “Saat ini, penyimpanan kendaraan CBU roda empat, seperti mobil komersil, menjadi pemasukan terbesar perseroan. Sedangkan alat berat mengalami penurunan akibat harga komoditas yang belum pulih,” jelasnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA