Menu
Sign in
@ Contact
Search
(kiri) Menteri BUMN Erick Thohir dan (kanan) Presiden Jokowi dalam BUMN StartUp Day, Senin (26/9/2022).

(kiri) Menteri BUMN Erick Thohir dan (kanan) Presiden Jokowi dalam BUMN StartUp Day, Senin (26/9/2022).

Indonesia Mau Jadi Negara Ekonomi Digital Terbesar se-Asia Tenggara, Ini Kuncinya

Senin, 26 September 2022 | 12:45 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Presiden Joko Widodo menyampaikan, di tengah krisis global ada peluang yang besar bagi kemajuan Indonesia. Apalagi, di tahun 2030, Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar se-Asia Tenggara.

Senada, Menteri BUMN Erick Thohir pun menegaskan, untuk menggapai cita-cita itu kuncinya hanya satu yakni digitalisasi.

“Karena itu, saya mendorong Kementerian BUMN dan seluruh perusahaan BUMN untuk membangun ekosistem digital yang terintegrasi,” tulis Erick dalam Instagram pribadinya, Senin (26/9/2022).

Baca juga: Tidak Sesuai Kebutuhan Pasar, Jokowi Sebut  90% Startup  di Indonesia Gagal

Erick menambahkan bahwa, Ajang Indonesia Digital Tribe yang digelar Maret lalu adalah contoh bagaimana potensi para talenta digital tak hanya berakhir dengan ide. Apalagi ada bantuan dari venture capital BUMN dan Merah Putih Fund untuk pembiayaan startup.

Lalu, sambung Erick hari ini ada BUMN StartUp Day untuk scaling up startup. Memastikan para startup bukan hanya mendapat pendanaan, tapi juga pendampingan.

InsyaAllah sinergi yang dilakukan BUMN dengan startup bisa menjadi batu loncatan untuk Indonesia menggapai cita-cita 2030 nanti,” ungkapnya.

Baca juga: Investor Beralih ke Startup Asia Tenggara saat Tiongkok Kehilangan Kemilau

Sebagai informasi, Kementerian BUMN resmi membuka BUMN Startup Day di ICE BSD, Tangerang, pada Senin (26/9/2022). Acara yang berlangsung hingga Rabu (28/9) ini digelar dalam rangka memperkuat kolaborasi antara BUMN dan startup yang terkurasi dalam tahap scale-up dan growth.

"BUMN Startup Day mendorong para BUMN agar mulai dekat dengan para startup. Kita minta kepada para BUMN tidak langsung berinvestasi, tetapi harus ada pendampingan dari para venture capital yang ada di BUMN. Kita tidak mau para tentu direksi BUMN yang tidak punya pengalaman di industri digital ini langsung berinvestasi tanpa ada pendampingan," ungkap Erick.

Baca juga: Bantu Startup RI Naik Kelas, Google Gandeng Impactto

Menurut Erick, BUMN Startup Day 2022 menghadirkan 150 exhibitor, 250 startup yang sudah disesuaikan dengan 12 klaster yang ada di BUMN. Kemudian, ada 22 BUMN yang berusaha melihat potensi business matching, serta lima venture capital yang siap mendampingi. BUMN Startup Day 2022 juga diikuti oleh sekitar 5.000 pengunjung.

"Inti dari BUMN Startup Day ada lima. Ada business matchinginvestor pitchingrapid mentoring startupconferenceserta exhibition. Mohon dukungan Bapak Jokowi dan pemerintah agar ini bisa menjadi gelombang besar untuk kemajuan digital Indonesia sebagai salah satu pertumbuhan ekonomi masa depan," jelas Erick.

Baca juga: Sebanyak 40 Startup Ramaikan Tech in Asia Conference 2022

Diketahui, sejumlah BUMN telah membentuk venture capital atau modal ventura. Menurut Erick, venture capital BUMN telah berinvestasi pada 336 startup di Indonesia, dan banyak di antaranya akan atau sudah menjadi unicorn.

"Sejak awal, BUMN sudah memiliki venture capital. Ada Mandiri Capital, BRI Ventures, ada Telkom, ada Telkomsel. Terakhir, BNI sudah saya minta untuk membuat venture capitalVenture capital BUMN ini sudah berinvestasi di 336 startup. Kalau dilihat hari ini, sudah banyak yang sudah mulai menjadi soonicorn atau unicorn," ungkap Erick Thohir.

Baca juga: Startup Aruna Jadi Pembicara di Ajang Google Cloud Sustainability Summit 2022

Pemerintah juga telah meluncurkan Merah Putih Fund berupa program pendanaan untuk startup yang sudah memasuki growth stage. Tetapi, startup yang bersangkutan harus beroperasi di Indonesia, didirikan oleh orang Indonesia, membayar pajak di Indonesia. Serta diprioritaskan untuk go public di Indonesia.

Ada juga Indonesia Digital Tribe, program untuk mencetak talenta digital yang telah diikuti oleh sekitar 19.000 peserta.

Baca juga: Kemenkominfo Umumkan 15 Startup yang Lolos Seleksi SSI Batch 5

Erick mengatakan ekonomi digital Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, mencapai Rp 4.500 triliun pada tahun 2030. Di saat yang sama, Indonesia juga memiliki populasi generasi muda yang besar. Sebanyak 54% populasi Indonesia berusia di bawah 35 tahun.

"Artinya, Indonesia punya market yang besar dan potensi SDM yang saat bersamaan juga menjadi kesinambungan antara ekonomi digital dan sumber daya manusianya. Ini saya rasa tidak bisa terelakkan lagi kenapa kita harus dorong secara menyeluruh," ujar Erick.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com