Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor Indosat Ooredoo Network Operation Center (INOC). (Foto: IST)

Kantor Indosat Ooredoo Network Operation Center (INOC). (Foto: IST)

Indosat Kantongi Laba Rp 1,56 Triliun

Thereis Love Kalla, Senin, 24 Februari 2020 | 11:31 WIB

JAKARTA – PT Indosat Tbk mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 12,88% menjadi Rp 26,11 triliun hingga akhir 2019, dari sebelumnya sebesar Rp 23,13 triliun pada periode sama tahun 2018. Naiknya pendapatan juga membuat perseroan mampu mencetak laba bersih sebesar Rp 1,56 triliun dari sebelumnya merugi sebesar Rp 2,4 triliun.

“Kenaikan pendapatan sebagian besar ditopang oleh pendapatan dari lini bisnis seluler yang tercatat sebesar Rp 20,67 triliun atau naik 14,70 triliun dibanding periode sama tahun 2018 sebesar Rp 18,02 triliun,” tulis manajemen perseroan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan pada Senin (24/2/2020).

Selain dari lini bisnis seluler, total pendapatan Indosat juga dikontribusi oleh segmen bisnis Multimedia, Komunikasi Data, Internet (MIDI) yang membukukan pendapatan sebesar Rp 4,78 triliun naik 9,13% dari sebelumnya tercatat sebesar Rp 4,38 triliun per akhir Desember 2018. Sedangkan pendapatan dari lini bisnis telekomunikasi tetap terkoreksi 9,16% dari sebelumnya sebesar Rp 729,34 miliar pada akhir 2018 menjadi Rp 662,47 miliar per Desember 2019.

Sementara itu, kenaikan laba bersih perseroan ikut terkerek karena keuntungan bersih dari jual dan sewa balik menara sebesar Rp 2,56 triliun. Kemudian, perseroan juga menerima keuntungan bersih atas penerimaan aset sebesar Rp 534, 69 miliar.

Indosat juga mampu menekan beban penghasilannya menjadi Rp 21,88 triliun atau turun sebesar 7,86% dibanding periode sama tahun 2018 sebesar Rp 23,60 triliun. Beban penghasilan dikontribusi dari turunnya biaya umum dan administrasi yang turun 25,62% menjadi Rp 839 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 1,12 triliun pada periode akhir 2018.

Dari sisi neraca, total aset perseroan mencapai Rp 62,81 triliun naik 18,21% dibanding periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 53,13 triliun, Total aset terdiri atas aset lancar sebesar Rp 12,44 triliun dan aset tak lancar sebesar Rp 50,36 triliun.

Adapun sebelumnya, perseroan menyelesaikan transaksi penjualan 2.100 menara kepada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) pada akhir tahun lalu. Aksi ini sekaligus menandakan tuntasnya penjualan 3.100 menara telekomunikasi senilai Rp 6,39 triliun.

Selain perjanjian jual-beli, perseroan bersama Mitratel dan Protelindo juga melakukan perjanjian jual induk sewa menara (master tower lease agreement).  Mitratel dan Protelindo sepakat untuk menyewakan menara kepada Indosat, yang dimulai saat tanggal penutupan perjanjian jual beli untuk jangka waktu 10 tahun.*

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN