Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indosat. Foto: SP/Ruht Semiono

Indosat. Foto: SP/Ruht Semiono

Indosat Sedang Berada di Jalur Penguatan Kinerja

Parluhutan Situmorang, Jumat, 8 November 2019 | 16:30 WIB

Perluasan jangkauan jaringan 4G ditambah strategi pemasaran paket internet berimbas positif terhadap kinerja keuangan PT Indosat Tbk (ISAT) hingga kuartal III-2019. Kedua faktor tersebut juga diharapkan mendukung berlanjutnya pertumbuhan kinerja, apalagi setelah perseroan sebelumnya berhasil menjual menara telekomunikasinya.

Indosat Ooredo membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 12,4% menjadi Rp 18,9 triliun hingga kuartal III-2019, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 16,77 triliun. Pendapatan seluler masih menjadi penyumbang terbesar, yakni 80% atau sebesar Rp 15,1 triliun. Pendapatan ini bertumbuh 14,5%, dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Pertumbuhan tersebut tertinggi dibandingkan perusahaan telekomunikasi di Indonesia.

Perseroan juga berhasil mencetak lonjakan EBITDA sebesar 40,7% menjadi Rp 7,2 triliun dan margin EBITDA meningkat menjadi 38,4% hingga kuartal III-2019. Perseroan juga mencetak pertumbuhan pelanggan menjadi 58,8 juta atau tumbuh sebesar 3,6% hingga kuartal III-2019. Sedangkan total pelanggan bertambah 24 ribu pelanggan per hari selama kuartal III-2019. Perseroan juga mencetak pertumbuhan trafik data tertinggi selama empat kuartal berturut-turut. Hal ini menunjukkan bahwa tingginya animo pelanggan untuk memanfaatkan paket data internet yang ditawarkan perseroan.

Indosat juga tercatat sebagai salah satu satu operator telekomunikasi dengan pertumbuhan jaringan 4G tercepat di Indonesia. Tidak hanya itu, perusahaan masih berkomitmen untuk memperluas jaringan 4G ke berbagai daerah. Hingga kini, perseroan telah mengoperasikan lebih dari 29 ribu BTS 4G dengan cakupan populasi mencapai 83,5%.

Analis Danareksa Sekuritas Niko Margaronis mengatakan, realisasi pertumbuhan pendapatan perseroan sebesar 12,4% menjadi Rp 18,85 triliun hingga September 2019 sudah sesuai ekspektasi dan konsensus analis. “Raihan tersebut setara dengan 77% dari target kami terhadap pendapatan tahun ini. Sedangkan berdasarkan konsensus analis mencapai 75% dari target pendapatan tahun ini,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.

IIndosat

Danareksa Sekuritas juga menilai bahwa pertumbuhan pendapatan perseroan cukup menggembirakan hingga kuartal III-2019. Hal ini diperlihatkan data kenaikan pendapatan sekitar 5,1% menjadi Rp 6,56 triliun pada kuartal III-2019, dibandingkan kuartal II-2019. Perseroan juga telah membukukan laba bersih senilai Rp 47 miliar pada kuartal III-2019, dibandingkan rugi bersih kuartal II-2019 mencapai Rp 39 miliar.

“Hal yang paling mengejutkan kami adalah lonjakan pendapatan bisnis MIDI perseroan sebesar 31% menjadi Rp 1,26 triliun kuartal III-2019, dibandingkan kuartal II-2019 senilai Rp 962 miliar. Sedangkan perolehan laba bersih perseroan pada kuartal III-2019 juga telah melampaui perkiraan kami atau perolehan laba tersebut lebih cepat dari perkiraan kami,” terangnya.

Selain faktor tersebut, dia menjelaskan, Indosat menunjukkan perbaikan kualitas pendapatan yang ditunjukkan dari penurunan diskon tarif sebesar 44,8% dari Rp 4,18 triliun hingga September 2018 menjadi Rp 2,31 triliun hingga September 2019. Indosat menunjukkan pola penurunan diskon secara berkelanjutan dalam beberapa kuartal terakhir ini.

Danareksa Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap besarnya penyerapan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga September 2019. Rasio capex terhadap penjualan mencapai 45% hingga kuartal III-2019. Kenaikan tersebut memang membuat rasio utang terhadap EBITDA juga naik menjadi 2,7 kali. “Kami menilai bahwa peningkatan belanja modal akan berimbas terhadap kenaikan pendapatan selular perseroan dalam beberapa kuartal mendatang,” terangnya.

Berbagai faktor tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ISAT dengan target harga Rp 4.400. Target harga tersebut juga mempertimbangkan berlanjutnya kenaikan laba operasional dalam beberapa kuartal. Bahkan, bukan tidak mungkin perseroan mulai meraup laba bersih akhir tahun ini.

Sebelumnya, Niko Margaronis memberikan pandangan positif atas penentuan pemenang lelang penjualan sebanyak 3.100 menara telekomunikasi perseroan. “Kesepakatan tersebut menempatkan Indosat berada di jalan yang tepat untuk membangun jaringan lebih kompetitif ke depan,” tulisnya.

Terkait harga jual, dia mengatakan, mengalami kenaikan harga dibandingkan harga jual menara perseroan sebelumnya. Transaksi tersebut merepresentasikan harga US$ 145 ribu per menara telekomunikasi Indosat. Harga tinggi tersebut juga didukung atas rasio sewa seluruh menara yang dijual tergolong tinggi atau berkisar 1,7 kali. Nilai penjualan tersebut telah mendekati rasio sewa menara sekitar 1,9 kali.

Aksi penjualan tersebut sebagai sebuah kemenangan besar bagi perseroan juga bagi pembeli menara. Bagi Indosat, menurut dia, mendapatkan dana tunai senilai Rp 6,39 triliun guna membiayai kebutuhan belanja modal perseroan yang tergolong ambisius ke depan. Selain itu, Indosat akan mendapatkan harga sewa menara spesial dalam 10 tahun ke depan.

Dia mengatakan, injeksi dana tunai dari hasil penjualan menara tersebut juga diharapkan bisa menekan rasio utang bersih terhadap EBITDA perseroan. Injeksi dana ini juga diharapkan mendukung upaya perseroan untuk memperkuat jaringan telekomunikasinya. Sebagaiman diketahui peningkatan jaringan perseroan hingga kini masih tertinggi, dibandingkan dua operator telekomunikasi lainnya.

“Kami memperkirakan kebutuhan belanja modal perseroan senilai Rp 10-12 triliun per tahun untuk periode 2019-2021. Masuknya dana segar tersebut akan memperbesar peluang perseroan untuk meningkatkan kapasitas jaringannya, apalagi harga jual menara tersebut juga tergolong bagus atau di atas ekspektasi kami,” terangnya.

Indosat sebelumnya telah menetapkan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) masing-masing melalui anak usahanya berhasil menjadi pemenang lelang 3.100 menara telekomunikasi milik PT Indosat Tbk (ISAT). Nilai penjualan menara tersebut mencapai Rp 6,39 triliun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA