Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indosat Ooredoo.

Indosat Ooredoo.

Indosat Segera Tuntaskan Penjualan Menara

Kamis, 21 November 2019 | 21:21 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Indosat Tbk (ISAT) segera menyelesaikan transaksi penjualan 3.100 menara telekomunikasi kepada Grup Djarum dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebelum tutup tahun 2019. Transaksi ini diproyeksikan berkontribusi hingga Rp 2,26 triliun terhadap arus kas perseroan.

President Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama mengatakan, perseroan telah mendapatkan persetujuan atas rencana transaksi penjualan sebagian aset perseroan dan penyewaan kembali yang merupakan transaksi material. “Persetujuan diberikan oleh para pemegang dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB),” jelas dia, usai RUPSLB di Jakarta, Kamis (21/11).

Sesuai rencana, Indosat akan menyelesaikan transaksi penjualan 2.100 menara telekomunikasi dengan anak usaha Telkom, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dan 1.000 menara dengan anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo). Total nilai transaksi mencapai Rp. 6,39 triliun.

Berdasarkan prospektus resmi, Indosat menargetkan penyelesaian transaksi paling lambat 16 Desember 2019. Sementara itu, menurut tim penilai independen Martokoesomo, Pakpahan & Rekan, terdapat potensi penambahan arus kas dari transaksi penjualan menara ini. Nilainya mencapai Rp 2,26 triliun yang merupakan hasil efisiensi tingkat bunga pinjaman.

Pelunasan utang yang dilakukan dari hasil penjualan menara memberikan keleluasaan bagi manajemen Indosat untuk melakukan strategi pendanaan yang lebih baik di masa mendatang.

Tim penilai independen menggunakan laporan keuangan Juni 2019 sebagai asumsi-asumi dasar keuangan proforma setelah transaksi. Sebelum melakukan penjualan menara per Juni 2019, Indosat membukan rugi bersih Rp 331,8 miliar dan proformanya menjadi laba bersih sebesar Rp 2,09 triliun

Selain itu, total liabilitas Indosat setelah transaksi menjadi Rp 40,69 triliun, dari sebelum transkasi per Juni 2019 sebesar Rp 44,08 triliun. Kas dari kegiatan investasi pun naik signifikan. Indosat akan memiliki kas dari kegiatan investasi sebesar Rp 21,66 triliun atau naik 40,44% dari semula Rp 15,42 triliun.

Alhasil, proforma rasio utang terhadap EBITDA perseroan menjadi 2,82 kali, dari sebelum transaksi 5,26 kali. Sedangkan proforma rasio utang terhadap ekuitas menjadi 1,77 kali, dari semula 2,4 kali.

Selain perjanjian jual beli, perseroan bersama Mitratel dan Protelindo juga melakukan perjanjian jual induk sewa menara (master tower lease agreement).  Mitratel dan Protelindo sepakat untuk menyewakan menara kepada Indosat, yang dimulai saat tanggal penutupan perjanjian jual beli untuk jangka waktu 10 tahun.

Lantaran menara ini berdiri pada sebuah lahan, Indosat juga akan menyewakan 178 bidang tanah kepada Protelindo, serta 369 bidang tanah kepada Mitratel. Jangka waktu sewa tanah ini juga berlaku selama 10 tahun. Transaksi ini dilakukan melalui perjanjian master land lease agreement.

Kinerja

Hingga kuartal III-2019, Indosat membukukan rugi bersih Rp 284,59, menurun signifikan 81,5% dibandingkan rugi pada periode kuartal III-2018 yang sebesar Rp 1,53 triliun. Penurunan kerugian ini disebabkan oleh pendapatan yang meningkat menjadi Rp 18,85 triliun pada kuartal III-2019 dari Rp 16,77 triliun pada kuartal III-2018.

Pendapatan seluler menjadi penyumbang terbesar pendapatan perseroan, yakni 80% atau sebesar Rp 15,1 triliun. Pendapatan ini bertumbuh 14,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Selain pendapatan seluler, pendapatan perseroan lainnya disumbang dari pendapatan multimedia, komunikasi data dan internet (MIDI) sebesar Rp 3,24 triliun. Kemudian disumbang pula oleh pendapatan komunikasi tetap sebesar Rp 520,34 miliar.

Pencapaian kinerja hingga September 2019 sesuai dengan strategi perusahaan dalam memperluas jaringan 4G dan meningkatkan pengalaman pelanggan. Indosat telah mengoperasikan lebih dari 29 ribu BTS 4G dengan cakupan populasi mencapai 83,5%.

Realisasi belanja modal Indosat mencapai Rp 8,6 triliun hingga kuartal III-2019, meningkat sebesar 76,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, kinerja juga ditopang oleh jumlah pelanggan yang mencapai 58,8 juta, bertambah 2,1 juta pelanggan atau meningkat sebesar 3,6% dibandingkan kuartal II-2019.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN