Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi teknisi Indosat Ooredoo merawat jaringan telekomunikasi. (IST)

Ilustrasi teknisi Indosat Ooredoo merawat jaringan telekomunikasi. (IST)

Indosat Tinggalkan Bisnis Satelit

Selasa, 12 Januari 2021 | 17:43 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – PT Indosat Tbk (ISAT) mulai meninggalkan bisnis satelit telekomunikasi untuk penyediaan layanan internet ke pelosok Tanah Air. Sebagai alternatif, perseroan menjajaki kerjasama dengan Google dalam penyaluran akses internet ke daerah terpencil.

Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Natasha Nababan mengatakan, perseroan berkomitmen menunjang interkoneksi di seluruh Indonesia. Saat ini, perseroan dengan Google masih melakukan diskusi tahap awal terkait potensi kerjasama.

“Kami semangat karena upaya awal kami ini juga didorong dan sejalan dengan wacana Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk memperkuat penetrasi ke daerah-daerah pelosok,” jelas dia dalam pemaparan publik insidentil secara virtual, Selasa (12/1).

Seperti diketahui, Kemkominfo dikabarkan tertarik untuk menggunakan proyek balon internet Google atau Goole Loon untuk bisa menyalurkan akses internet 4G ke daerah terpencil. Daya jangkau Google Loon lebih luas dan bisa terbang di atas ketinggian 20 kilometer dari permukaan bumi.

Sementara itu, Indosat telah melepas slot orbit satelit 113 bujur timur dan menghormati keputusan pemerintah yang memilih PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) untuk mengambil alih dan mengelola slot orbit satelit tersebut. Hal ini pun dinilai sejalan dengan strategi pertumbuhan Indosat.

“Ke depan, Indosat tidak lagi memiliki dan mengoperasikan satelit, karena memang secara skala ekonomi, dulunya perusahaan punya tiga sekarang tinggal satu dan itu tidak efisien lagi” jelas Natasha.

Seperti diketahui, semula slot orbit 113 BT akan digunakan oleh Satelit Nusantara dua milik Indosat untuk menggantikan Satelit Palapa D yang periode orbitnya berakhir pada 2020. Namun, Satelit Nusantara 2 gagal meluncur akibat kendala teknis pada roket peluncur. Peristiwa ini terjadi pada 9 April 2020 di Xichang Satellite Launch Center (XSLC), Tiongkok.

Sementara aksi pelepasan bisnis satelit oleh Indosat terekam melalui penjualan saham PT Palapa Satelit Nusa Sejahtera (PSNS), dimana perseroan memiliki 43,48% saham. Pada 21 Oktober 2020, dewan komisaris Indosat melalui komite anggaran menyetujui penjualan saham PSNS kepada PT Pintar Nusantara Sejahtera dan PT Pasifik Satelit Nusantara, yang merupakan pemegang saham lain PSNS.

Rencana Merger

Akhir Desember lalu, Ooredoo QPSC menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) eksklusif dan tidak mengikat dengan CK Hutchison Holdings Ltd sehubungan dengan potensi merger antara Indosat dengan PT Hutchison 3 Indonesia. Periode MoU ini berlaku hingga 30 April 2021.

Director and Chief Financial Officer Indosat Eyas Naif Assaf mengatakan, belum ada progres yang signifikan atas kelanjutan MoU, lantaran masih sangat awal. Termasuk mengungkap dampak aksi tersebut terhadap karyawan hingga kinerja keuangan perseroan. “Saat ini, bisnis perseroan masih jalan seperti biasa, belum ada dampak operasional dan finansial,” jelas dia.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN