Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Trafik Telekomunikasi Indosat

Trafik Telekomunikasi Indosat

Indosat Tuntaskan Penjualan Menara Telekomunikasi Rp 6,39 Triliun

Farid Firdaus, Minggu, 22 Desember 2019 | 09:14 WIB

JAKARTA, investor.id  – PT Indosat Tbk (ISAT) menyelesaikan transaksi penjualan sebanyak 2.100 menara kepada PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Aksi ini sekaligus menandakan tuntasnya penjualan 3.100 menara telekomunikasi senilai Rp 6,39 triliun

President Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al- Neama mengatakan, penandatanganan penyelesaian transaksi dengan Mitratel digelar kemarin (20/12). Nilai penjualan 2.100 menara tersebut mencapai Rp 4,44 triliun.

“Penyelesaian transaksi ini juga mengikuti persetujuan pemegang saham Indosat Ooredoo yang diberikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 21 November 2019,” jelas dia dalam keterangan resmi, Jumat (20/12).

Sebelumnya, Indosat melakukan penyelesaian transaksi penjualan 1.000 menara dengan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) pada 29 November 2019. Nilainya transaksi sebesar Rp 1,95 triliun.

Dampak dari penyelesaian transaksi ini adalah perolehan kas bersih, serta penurunan beban bunga perseroan seiring pelunasan sebagian utang sehingga berpengaruh terhadap struktur modal Indosat.

Berdasarkan tim penilai independen Martokoesomo, Pakpahan & Rekan, potensi penambahan arus kas dari transaksi penjualan menara ini mencapai Rp 2,26 triliun, yang merupakan hasil efisiensi tingkat bunga pinjaman.

Pelunasan utang yang dilakukan dari hasil penjualan menara memberikan keleluasaan bagi manajemen Indosat untuk melakukan strategi pendanaan yang lebih baik di masa mendatang. Tim penilai independen menggunakan laporan keuangan Juni 2019 sebagai asumsi-asumi dasar keuangan proforma setelah transaksi.

Sebelum melakukan penjualan menara per Juni 2019, Indosat membukan rugi bersih Rp 331,8 miliar dan proformanya menjadi laba bersih sebesar Rp2,09 triliun Selain itu, total liabilitas Indosat setelah transaksi menjadi Rp 40,69 triliun, dari sebelum transkasi per Juni 2019 Rp 44,08 triliun. Kas dari kegiatan investasi pun naik signifikan. Indosat akan memiliki kas dari kegiatan investasi sebesar Rp21,66 triliun atau naik 40,44% dari semula Rp15,42 triliun.

Alhasil, proforma rasio utang terhadap EBITDA perseroan menjadi 2,82 kali, dari sebelum transaksi 5,26 kali. Sedangkan proforma rasio utang terhadap ekuitas menjadi 1,77 kali, dari semula 2,40 kali

Selain perjanjian jual-beli, perseroan bersama Mitratel dan Protelindo juga melakukan perjanjian jual induk sewa menara (master tower lease agreement). Mitratel dan Protelindo sepakat untuk menyewakan menara kepada Indosat, yang dimulai saat tanggal penutupan perjanjian jual beli untuk jangka waktu 10 tahun.

Protelindo dan Mitratel

Sebelumnya, Presiden Direktur Protelindo Ferdinandus Aming Santoso mengatakan, dengan adanya transaksi dengan Indosat, pihaknya turut mengakuisisi 1.900 penyewa baru.

Saat ini, perseroan memiliki hampir 20.000 menara dan hampir lebih dari 32.000 penyewa.

“Aksi ini memungkinkan perseroan untuk mengoperasikan menara tambahan secara efisien dan pembelian akan menghasilkan kinerja yang positif sejak hari pertama,” jelas dia.

Protelindo mencatat, penambahan hampir 1.900 penyewa baru berpeluang menambah lebih dari Rp 270 miliar ke total pendapatan jangka panjang tahunan Protelindo. Sementara Direktur Wholesale & International Ser vice Telkom Edwin Aristiawan mengatakan, aksi korporasi yang dilakukan Telkom Group ini merupakan salah satu strategi bisnis untuk meningkatkan kapabilitas dari sisi aspek infrastruktur telekomunikasi.

“Menara telekomunikasi ini memiliki tenancy ratio di atas rata-rata industri dengan struktur yang kokoh dan coverage seluruh Indonesia. Ini menjadi potensi yang baik untuk bisnis menara Telkom Group ke depan,” jelas dia.

Perseroan juga memiliki peluang untuk meningkat tenancy ratio yang lebih tinggi melalui sinergi Telkom Group bersama Telkomsel. Adapun, Mitratel tercatat telah mengelola lebih dari 13.700 menara yang menyebar di berbagai wilayah Indonesia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA