Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pabrik Fajar Paper. Foto: PT Fajar Surya Wisesa Tbk.

Pabrik Fajar Paper. Foto: PT Fajar Surya Wisesa Tbk.

Induk Fajar Paper Gelar IPO Terbesar di Asia Tenggara

Rabu, 23 September 2020 | 10:14 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – SCG Packaging Pcl, induk usaha PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) atau Fajar Paper, menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham senilai 39,5 miliar baht atau setara US$ 1,26 miliar. SCG Packaging akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Thailand.

IPO bernilai Rp 18,6 triliun tersebut berpotensi menjadi salah satu IPO terbesar di Asia Tenggara tahun ini. SCG Packaging melalui SCGP Solutions (Singapore) Pte Ltd menguasai 55,23% saham Fajar Paper. SCG Packaging merupakan bagian dari konglomerasi bisnis Thailand, Siam Cement Group Pcl.

President & CEO Siam Cement Roongrote Rangsiyopash mengatakan, otoritas bursa Thailand telah memberikan pernyataan efektif untuk IPO SCG Packaging pada 21 September 2020. Perseroan menawarkan 1,13 miliar saham dengan kisaran harga 33,5-35 baht per saham.

“Dari total saham yang ditawarkan tersebut, sebanyak 169,13 juta saham dilokasikan kepada over-allotment agent. Jumlah itu tidak melebih 15% saham baru yang diterbitkan,” kata dia dalam keterangan resmi, yang dikutip Investor Daily, Selasa (22/9).

SCG Packaging melakukan roadshow kepada calon investor mulai 23 September. Perseroan menjadwalkan periode penawaran umum kepada investor domestik dan luar negeri pada 28 September-14 Oktober 2020. Harga final IPO akan diumumkan pada 8 Oktober.

Sesuai rencana, SCG Packaging menetapkan 677 juta saham baru atau 60% dari total penawaran kepada 18 manajer investasi asing domestik dan luar negeri. Salah satu pembeli terbesar dari Thailand adalah Kasikorn Asset Management dan BBL Asset Management. Sementara, sejumlah investor asingnya adalah Avanda Investment Management Pte dan NTAsian Discovery Master Fund.

SCG Packaging berencana menggunakan dana IPO untuk kebutuhan ekspansi bisnis dan akuisisi baru, serta pelunasan utang. Jika berjalan sesuai rencana, IPO SCG Packaging menjadi IPO terbesar kedua tahun ini di Thailand. Pada Februari lalu, konglomerasi ritel, Central Retail Corp berhasil menggalang dana IPO hingga 71 miliar baht atau setara US$ 2,26 miliar. Alhasil, Thailand menjadi negara dengan nilai IPO tertinggi di Asia Tenggara pada 2020.

Bloomberg melaporkan, saat ini nilai IPO di Thailand sudah hampir menyentuh US$ 3 miliar. Sedangkan total penggalangan dana IPO di Asia Tenggara sebesar US$ 4,23 miliar hingga saat ini, turun 21% dibanding periode sama tahun lalu.

IPO Jumbo

Data Bloomberg juga menunjukkan, selain Thailand, tak ada negara lain di Asia Tenggara dengan total nilai IPO yang melebihi US$ 1 miliar tahun ini. Semisal, nilai total IPO di Singapura baru mencapai US$ 515 juta.

Salah satu faktor penyebab perlambatan adalah kondisi lockdown lantaran pandemi. Kuartal II-2020 dinilai sebagai periode IPO paling lambat di Asia Tenggara dalam periode lebih dari 10 tahun terakhir. IPO Asia Tenggara pun dinilai jauh tertinggal dengan aksi IPO di Tiongkok dan Hong Kong. Saat ini, Ant Group milik miliarder Jack Ma dikabarkan dalam proses mega IPO di pasar Tiongkok dengan target dana hingga US$ 35 miliar.

Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menjaring minat calon emiten untuk IPO selama pandemi. Hingga kini, BEI memiliki 46 emiten baru dan sekitar enam perusahaan tengah mengantre untuk melantai di bursa.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN