Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA). Foto: Perseroan.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA). Foto: Perseroan.

Induk Japfa Tuntaskan Penjualan Greenfields

Senin, 1 Februari 2021 | 18:48 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – Japfa Ltd, induk usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), menargetkan penjualan 80% kepemilikan saham Greenfields Dairy Singapore Pte Ltd kepada TPG dan Northstar Group senilai US$ 236 juta tuntas. Selasa (2/2). Sebanyak US$ 150 juta dari dana hasil penjualan saham tersebut akan digunakan untuk pembagian spesial dividen interim kepada pemegang saham.

Japfa telah meraih persetujuan pemegang saham atas rencana penjualan saham Greenfields pada 26 Januari 2021. Persetujuan ini melengkapi conditional share purchase agreement (SPA) yang dilakukan Japfa dengan Freshness Holdings pada 6 Desember 2020. Freshness Holdings merupakan perusahaan yang dimiliki oleh TPG dan Northstar Group.

“Harga transaksi yang akan dibayar TPG, mewakili implied equity valuation Greenfields Dairy sebesar senilai US$ 295 juta. Valuasi tersebut sekitar empat kali net asset value (NAV) yang setara dengan US$ 81,3 juta per 30 September 2020,” tulis menjeman dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Singapura, dikutip Investor Daily, Senin (1/2).

Sementara itu, implied enterprise value Greenfields Dairy diperkirakan sekitar US$ 334,7 juta, atau 21 kali lipat EBITDA yang sebesar US$16,1 juta untuk laporan keuangan 31 Desember 2019. Manajemen mengestimasikan, keuntungan (gain) transaksi penjualan saham Greenfields ini akan sekitar US$ 213,7 juta per 30 September 2020, sementara dana tunai yang akan diterima sekita US$ 244 juta.

Japfa akan memanfaatkan dana tunai sebanyak US$ 150 juta untuk pembagian spesial dividen interim kepada pemegang saham senilai Sin$ 0,10 per saham. Rincian lebih lanjut dari dividen tersebut akan diumumkan setelah laporan keuangan penuh tahun 2020, yang akan dirilis akhir Februari 2021.

“Sisa saldo hasil dari transaksi akan digunakan untuk membayar pinjaman bank yang ada dan untuk modal kerja umum perseroan,” tulis manajemen.

Berdasarkan laporan keungan terakhir, pemegang saham Japfa yang memiliki saham secara langsung adalah Rangi Management Ltd, Tasburgh Ltd, dan Morze International Ltd. Sementara sejumlah pemegang saham dengan kepemilikan tidak langsung meliputi MNM Holdings Ltd, keluarga Santosa termasuk Handojo Santosa, serta Keluarga Kolonas.

Divestasi bisnis susu di Asia Tenggara ini dinilai akan membuat manajemen Japfa fokus di pilar bisnis yang lain, yakni bisnis unggas di Indonesia serta peternakan babi di Vietnam. Japfa juga masih mengendalikan 75% bisnis susu di Tiongkok.

Sebelumnya, CEO Japfa Tan Yong Nang mengatakan, bisnis susu perseroan telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir di Tiongkok dan Asia Tenggara. Pihaknya mengapresiasi kemitraan strategis yang terjalin dengan TPG dan Northstar Group. Aksi ini diharapakan dapat mempercepat pertumbuhan Greenfields di Asia Tenggara ke depan. “Dengan mempertahankan 20% saham di bisnis Asia Tenggara ini, Japfa dapat meraih potensi keuntungan yang meningkat,” jelas dia.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN