Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk Unilever di pasaran. Foto: dok ID

Produk Unilever di pasaran. Foto: dok ID

Industri Barang Konsumsi Pulih Semester II, Unilever Siapkan Strategi

Rabu, 27 Januari 2021 | 23:06 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menilai, industri fast moving consumer goods (FMCG) akan kembali pulih pada semester II-2021. Hal ini seiring dengan mulai pulihnya konsumsi masyarakat.

Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti mengatakan, pada semester I-2021, industri FMCG belum sepenuhnya pulih. "Namun perkembangan pada semester I-2021 sudah jauh lebih baik dari tahun lalu," jelas dia dalam wawancara secara virtual, Rabu (27/1).

Dengan mulai pulihnya industri makanan pada semester II-2021, perseroan juga akan menyiapkan beberapa strategi. Menurut Ira, perseroan akan menggunakan keunggulan sebagai pemimpin pasar untuk mempercepat pemulihan konsumsi masyarakat.

Ira mengungkapkan, setidaknya ada tiga hal yang dilakukan perseroan untuk memacu bisnis di tengah pandemi. Strategi pertama adalah dengan memahami perubahan kebiasaan konsumen. "Selama pandemi, konsumen hanya satu kali dalam sebulan datang ke supermarket," kata dia.

Melihat hal itu, Unilever akan memaksimalkan pemasaran melalui e-commerce. Selain itu, perseroan juga akan mulai meningkatkan eksposur ke minimarket karena konsumen lebih sering berbelanja ke sana selama pandemi.

Digitalisasi, lanjut Ira juga menjadi hal penting terutama di masa pandemi, ketika kegiatan sosial dibatasi. Sehingga, perseroan akan melakukan transformasi digital di semua lingkup bisnis. 

Terakhir, perseroan akan mempertahankan sumber daya manusia (SDM) yang ada. Artinya, perseroan tidak akan mengurangi karyawan selama pandemi ini dan lebih memilih untuk mengurangi biaya lain. "Keep people itu penting, karena ketika suatu hari pandemi ini selesai, talent yang ada sudah ready," ucap dia.

Perseroan juga menjadikan kesehatan karyawan ini sebagai prioritas selama pandemi. Pasalnya, dengan menjaga kesehatan ini, pergerakan bisnis bisa berjalan lebih cepat.

Penerapan strategi tersebut, menurut Ira dilakukan dengan tetap menerapkan pertumbuhan berkelanjutan. Ira mengungkapkan, perseroan berkomitmen untuk tetap menjaga lingkungan di tengah pengembangan bisnis. Komitmen ini ditunjukkan dengan mengurangi limbah, menggunakan material dengan tetap memperhatikan lingkungan, mengurangi sampah plastik dan lainnya.

Dengan semua strategi itu, Ira berharap Unilever tidak hanya bisa bertahan di tengah pandemi. Namun, di bawah kepemimpinannya, dia berharap bisa membawa Unilever Indonesia menjadi power of house untuk best practice di tingkat global dan Asia Tenggara.

Adapun Ira Noviarti menjadi presiden direktur Unilever Indonesia pada November 2020. Sebelumnya, Ira sudah berkarier selama 25 tahun di Unilever Indonesia dengan menjabat berbagai posisi penting di hampir semua lini bisnis Unilever Indonesia.

Varian Produk

Sebelumnya, Unilever Indonesia menurunkan alokasi belanja modal pada masa pandemi Covid-19 atau hingga periode September 2020 menjadi hanya 1% dari penjualan. Sebelumnya, Unilever Indonesia bisa mengalokasikan belanja modal hingga 2-2,5% dari penjualan.

Direktur Keuangan Unilever Indonesia Arif Hudaya mengatakan, perusahaan memfokuskan belanja modal pada masa pandemi Covid-19 ini untuk pengembangan produk yang benar-benar berkembang pesat. "Biasanya kami spend sekitar 2-2,5% dari penjualan, namun dalam kondisi ini 1% adalah batas yang ditetapkan," ungkap dia.

Pada 2029, perusahaan sudah meluncurkan sekitar 63 inovasi produk dengan merek baru atau produk baru dengan merek sama. Arif menjelaskan, pengembangan produk ini terutama di segmen kebersihan dan beraktivitas di rumah. Pasalnya, kedua segmen produk ini berkembang pesat di tengah pandemi Covid-19.

Di jajaran produk di segmen kebersihan rumah, Unilever Indonesia meluncurkan Rinso Laundry Disinfektan, Vixal Bleach Disinfektan dan Molto Fabric Spray. Unilever Indonesia juga meluncurkan merek baru, yakni Sahaja untuk memenuhi kebutuhan merek-merek islami.

Sementara untuk segmen beraktivitas di rumah, perusahaan sudah mengembangkan merek baru atau produk baru di merek yang sudah saat ini seperti Bango, Royco, Jawara, Hellmann's dan lainnya. "Kami juga mengembangkan produk yang bisa dimakan di rumah seperti Walls Unicornetto Mini Pack dan ke depannya pengembangan inovasi yang tepat menjadi prioritas kami," ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN