Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Satyamitra Kemas Lestari. Foto: IST

PT Satyamitra Kemas Lestari. Foto: IST

Industri Mulai Pulih, Satyamitra Kemas Lestari Optimistis Catat Penjualan Rp 2,1 Triliun

Jumat, 13 Agustus 2021 | 14:51 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) hingga akhir tahun 2021 nanti, optimistis mencatatkan penjualan hingga Rp 2,1 triliun. Perseroan yakin, pulihnya perekonomian dan juga industri dapat menjadi motor untuk pertumbuhan penjualan serta laba bersih.

Direktur Herryanto Setiono Hidayat menjelaskan, berhasilnya Indonesia keluar dari resesi ekonomi dan bertumbuh menjadi salah satu pendorong kinerja perseroan pada semester pertama 2021. Pada periode tersebut, perseroan berhasil membukukan penjualan sebanyak Rp 966,66 miliar, bertumbuh 16,12% dari sebelumnya Rp 832,47 miliar di periode yang sama tahun lalu.

“Pertumbuhan ekonomi ini, mendorong meningkatnya industri makanan, minuman, elektronik dan sepatu. Industri tersebut sudah bisa berjalan seperti posisi awal tahun 2019 lalu,” jelasnya dalam paparan publik virtual, Kamis (12/8).

Lebih lanjut Herryanto mengatakan, dengan mulai pulihnya perekonomian juga akan memacu para pelanggan produk perseroan untuk meningkatkan ekspor yang akan berdampak langsung pada kinerja.

“Sebab itu, perseroan optimistis dapat membukukan penjualan pada akhir tahun 2021 nanti, pada kisaran Rp 2-2,1 triliun. Laba bersih yang diperoleh juga diproyeksikan berkisar Rp 80-90 miliar, naik signifikan dari Rp 40 miliar di tahun 2020 lalu,” ujarnya.

Selain itu, perseroan juga menangkap peluang bisnis pada area Jawa Tengah dengan berencana membangun pabrik produksi terbaru yang di kawasan industri terpadu Batang, Jawa Tengah. Pada area ini nantinya akan berdiri pabrik dengan kapasitas sebesar 150.000 ton per tahun, di atas lahan seluas 8 hektare hingga 15 hektare.

Untuk memuluskan rencana ini, Satyamitra Kemas Lestari akan mengeluarkan dana investasi dari capital expenditure/capex sebanyak Rp 1 triliun. Rencana pembangunan sebelumnya ditargetkan mulai pada tahun ini. Namun, adanya pandemi  membuat perseroan memundurkan jadwal pembangunan hingga tahun 2022 mendatang.

“Diharapkan pabrik ini dapat beroperasi secara bertahap pada tahun 2023,” kata Herry.

Herryanto mengungkapkan, pertumbuhan Kawasan Industri Terpadu Batang nanti akan mendorong pertumbuhan kinerja perseroan dimasa depan sebagai perusahaan yang memproduksi karton kemasan. Kemasan dari produk yang berlokasi di tempat yang sama menjadi peluang bisnis baru bagi perseroan.

“Ditambah dengan berbagai kemudahan yang diberikan pemerintah. Tentunya ini akan merangsang berbagai industri baru di Jawa Tengah dan berdampak pada kinerja perseroan untuk kebutuhan pengemasan barang-barang produksi mereka,” pungkasnya.

Industri baru itu, seperti  sepatu dan apparels, susu dan minuman/makanan, elektronik, tekstil dan garmen, furnitur, sparepart mobil/motor hingga rokok.

Untuk diketahui,  Kawasan Industri Terpadu Batang memiliki luas 4300 hektar yang diharapkan dapat mendatangkan investasi dan  menyerap tenaga kerja yang besar. Proyek ini diawasi langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Sejauh ini, seluas 450 hektar sudah siap digunakan dalam tahap pertama untuk berbagai keperluan investasi seperti  penerapan teknologi maupun industri turunannya.

Sebelumnya, berdasarkan arsip Investor Daily,  PT Satyamitra Investindo Pratama selaku pemegang saham pengendali, memborong 4,38 juta unit saham PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) pada harga Rp 198 per saham.

Setelah transaksi itu, Satyamitra Investindo kini memiliki 2,74 miliar saham Satyamitra Kemas atau setara 80,69% dari sebelumnya 2,73 miliar setara 80,56%.

Transaksi ini dilakukan pada 1 Februari 2021.  

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN