Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
ilustrasi nilai tukar rupiah
sumber: Antara

ilustrasi nilai tukar rupiah sumber: Antara

Inflasi di Atas Ekspektasi, Rupiah Makin Dekat ke Rp 15.000 per Dolar AS

Jumat, 1 Juli 2022 | 15:21 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Pada perdagangan Jumat (1/7/2022) mata uang Rupiah kembali melemah 39 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 60 poin di level Rp 14.941 dari penutupan sebelumnya di level Rp 14.903.

“Sedangkan untuk perdagangan Senin (4/7/2022) depan, mata uang Rupiah kemungkinan  dibuka  berfluktuatif namun  ditutup melemah di rentang Rp 14.930-14.970,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi Jumat (1/7/2022).

Advertisement

Pasar terus memantau perkembangan inflasi periode Juni 2022 secara tahunan di luar dugaan lebih tinggi di bandingkan ekspetasi para analis, inflasi sudah berada di atas 4%.

Pada Jumat (1/7/2022), BPS melaporkan inflasi pada Juni 2022 tercatat 0,61% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Inflasi tahun kalender adalah 3,19%. Sedangkan perkirakan para analis nflasi sebesar 0,57% secara bulanan (month-to-month/mtm).

Secara tahunan (year-on-year/yoy), inflasi Juni 2022 berada di 4,35%. Lebih tinggi dibandingkan Mei 2022 yang 3,55% sekaligus jadi yang tertinggi sejak Juni 2017, sedangkan ekspektasi para analis inflasi tahunan mencapai 4,2% (yoy).

Baca juga: Inflasi Tahun Ini Bisa Naik hingga 4,5%

Sedangkan, pemerintah memperkirakan tingkat inflasi hingga akhir 2022 akan mencapai tingkat 4,5%, dipengaruhi oleh lonjakan harga komoditas global akibat disrupsi rantai pasok global dan perang antara Rusia dan Ukraina.

Proyeksi ini lebih tinggi dari proyeksi pemerintah sebelumnya, pada kisaran 2%-4%. “Inflasi sedikit mengalami tekanan di semester II-2022 di kisaran 3,5%, keseluruhan tahun 3,5%-4,5%. Keseluruhan tahun (inflasi diperkirakan) di kisaran 3,5%-4,5%.

Sedangkan, Dolar AS kembali menguat terhadap mata uang utama pada Jumat. Indeks akan mencatat pekan terbaik dalam empat minggu dan investor mempertimbangkan dorongan dari kebijakan pengetatan Federal Reserve serta risiko resesi AS.

Baca juga: Lagi-lagi Rupiah Melemah 14 Poin ke Posisi Rp 14.867 per Dolar AS

Untuk minggu ini, indeks telah naik 0,7% akibat potensi perlambatan global memperkuat daya tarik greenback karena status safe haven. Pasar akan mengamati potensi pelemahan data manufaktur ISM AS yang akan dirilis hari ini.

The Fed telah menaikkan suku bunga kebijakan sebesar 150 basis poin sejak bulan Maret, dan setengahnya datang bulan lalu dalam kenaikan terbesar bank sentral sejak tahun 1994. Pasar memperkirakan jumlah yang sama pada bulan ini.

Bank Sentral Eropa diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada bulan Juli untuk pertama kalinya dalam satu dekade untuk mencoba mendinginkan percepatan inflasi, meskipun ekonom terbagi pada besarnya kenaikan apapun.

Pasar sekarang akan melihat ke angka inflasi zona euro yang akan dirilis pada hari Jumat untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang seberapa agresif ECB dalam menaikkan suku bunga.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN