Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Ini Alasan IHSG Fluktuatif saat Bursa Asia Rebound

Kamis, 29 September 2022 | 12:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pada perdagangan sesi I Kamis (29/9/2022), IHSG melemah sebesar 7 poin (0,10%) ke level 7.069. Padahal di awal sesi, IHSG sempat menghijau. Alhasil, IHSG hari ini bergerak fluktuatif sementara bursa regional Asia rebound.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, hal ini tampaknya terpengaruh setelah Bank of England meluncurkan program pembelian obligasi senilai 65 miliar Poundsterling. “Kebijakan Bank of England untuk menstabilkan pasar keuangan,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Kamis (29/9/2022).

Baca juga: Ini Daftar Saham Melesat di Atas 11%, Ada NETV dan KJEN

Sementara Bank Sentral Tiongkok, Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, naikan intervensi verbal untuk menahan penurunan tajam mata uang yuan dimana telah menyiapkan fasilitas pinjaman ulang senilai lebih dari 200 miliar yuan untuk membantu produsen dan perusahaan lain meningkatkan peralatan mereka, sebagai bagian dari dorongan untuk memacu permintaan.

“Kebijakan bank bank sentral tersebut tentunya akan memberikan amunisi kepercayaan pelaku pasar keuangan di tengah ancaman resesi global,” tambah Pilarmas Investindo Sekuritas.

Baca juga: Saham Sektor Teknologi Turun Terdalam, IHSG Melemah 0,1%

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, IHSG bergerak variatif dimana pasar masih tertekanan kondisi global sehubungan tumbuhnya inflasi dan suku bunga yang tinggi. Namun demikian, pemerintah masih optimis akan pertumbuhan ekonomi dalam negeri pada kuartal III-2022.

Hal itu seiring yang disampakan sebelumnya oleh meteri keuangan, hal yang sama juga di paparkan oleh Presiden RI seminar UOB Economic Outlook, Emerging Stronger in Unity and Sustainability dimana Presiden Joko Widodo (Jokowi) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal tiga ini mencapai 5,4% hingga 6%.

Baca juga: Waskita Karya (WSKT) Suntik Modal Pemegang Konsesi Tol Bocimi

Angka ini naik dibandingkan dengan kuartal kedua yakni 5,44%. Tentunya ini akan mampu mendorong kepercayaan masyarakat akan kondisi ekonomi dalam negeri.

“INDY. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 2.950-3.100. Serta, PER: 2,63x dan PBV: 0,83x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com