Menu
Sign in
@ Contact
Search
Green investment, Foto: Pixabay

Green investment, Foto: Pixabay

Ini Dia… 10 Prinsip Investasi Terbaik Sepanjang Masa

Kamis, 30 Juni 2022 | 11:31 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Banyak investor yang terjun ke dunia investasi tanpa mempelajari terlebih dahulu prinsip-prinsip investasi. Tidak mengherankan jika dunia investasi tampak begitu rumit. Hal ini karena para investor pemula menghadapi kondisi pasar yang sering bergejolak yang diperparah dengan aliran informasi kondisi pasar yang tak ada habisnya. Belum lagi banyaknya pilihan produk investasi yang membingungkan.

Prinsip-prinsip investasi yang sukses sebenarnya cukup sederhana. Beberapa prinsip investasi dikutip dari Pintu Academy ini dapat membantu kamu membangun strategi investasi jangka panjang yang efektif untuk mencapai tujuan keuangan kamu.

1. Investasi Sedini Mungkin

Prinsip dasar investasi yang pertama adalah berinvestasilah sedini mungkin. Berinvestasi dengan timeline yang lebih lama lebih efektif daripada menunggu sampai kamu memiliki uang dalam jumlah besar. Hal ini dikarenakan dari compounding effect yang bekerja layaknya bola salju yang menggelinding pada trek panjang.

2. Investasi Secara Teratur Setiap Bulan

Berinvestasi secara teratur tiap bulan sama pentingnya dengan memulai investasi sedini mungkin. Dengan memahami prinsip dasar investasi ini, kamu akan menjadikan kegiatan berinvestasi sebagai kegiatan prioritas kamu sepanjang tahun tanpa perlu memperdulikan kondisi pasar modal.

Baca juga: Simak Yuk! Tips Investasi Aset Kripto Kala Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

3. Persiapkan Rencana yang Matang

Ada beberapa hal yang membuat kondisi pasar modal tiba-tiba bergejolak. Bisa jadi karena berita politik, bencana alam, atau berita korporasi. Kamu yang tidak menyiapkan strategi yang matang akan menjadi terlalu fokus pada pergerakan jangka pendek. Hal ini dapat menyebabkan keputusan yang gegabah dengan menjual saham pada harga rugi atau panic selling.

4. Investor seperti apakah kamu?

Apa tujuan kamu berinvestasi? Bagaimana reaksi kamu jika pasar saham sedang bergejolak? Apakah kamu toleran dengan resiko atau tidak? Hal ini perlu kamu ketahui untuk mempersiapkan strategi terbaik untuk berinvestasi.

5. Diversifikasi

Diversifikasi adalah prinsip dasar investasi untuk meminimalisir resiko kerugian saat melakukan investasi dengan menggunakan portofolio yang terdiri dari beberapa saham yang berbeda. Hal ini senada dengan pepatah, “Jangan menaruh semua telur kamu dalam satu keranjang".

Baca juga: Ini Tips Investasi Kripto Ala Sribu dan Lagi Cuan

6. Menyeimbangkan Kembali Portofolio kamu secara teratur

Seiring waktu, investasi dalam portofolio kamu akan tumbuh dengan kecepatan yang berbeda. Akibatnya, diversifikasi dan alokasi aset bisa menjadi tidak seimbang. Sebagai contoh jika pada awalnya portofolio terdiri dari 70% saham dan 30% obligasi, maka dalam kurun waktu sekitar 10 tahun portfolio kamu akan menjadi 90% saham dan 10% obligasi. Hal ini karena kedua instrumen yang dipilih memiliki kecepatan tumbuh yang berbeda.

7. Abaikan Kegaduhan Media Massa

Tetap fokus pada rencana dan teguhkan kepercayaan pada diri kamu bahwa tujuan jangka panjang jauh lebih penting daripada kinerja jangka pendek.

Baca juga: 4 Tips Investasi Astra Life di Tahun Macan Air

8. Selalu Berinvestasi dengan Margin of Safety

Margin of safety adalah prinsip dasar investasi untuk membeli sekuritas dengan harga saham yang jauh lebih rendah daripada nilai intrinsiknya. Strategi ini tidak hanya memberikan peluang keuntungan yang tinggi tetapi juga meminimalkan risiko kerugian. Biasanya hal ini dengan melihat rasio jumlah nilai aset dibagi harga saham atau PBV.

9. Harapkan Volatilitas dan Dapatkan Untung darinya

Berinvestasi dalam saham berarti harus siap berurusan dengan volatilitas. Investor yang cerdas akan menyambut penurunan harga saham sebagai peluang untuk membeli saham dengan harga murah.

10. Spekulan Versus Investor

Tidak semua orang di pasar saham adalah investor ada juga trader atau spekulan. Investor melihat saham sebagai bagian dari bisnis dan ia berperan sebagai pemilik sebagian bisnis, sedangkan spekulan memandang dirinya bermain dengan selisih harga jangka pendek tanpa peduli pada nilai intrinsik.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com