Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi pola bump and run.

Ilustrasi pola bump and run.

Ini Dia Cara Trading dengan Pola Bump and Run Reversal

Selasa, 6 September 2022 | 12:45 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Bump and Run Pattern adalah salah satu pola grafik yang cukup sering digunakan oleh trader. Dikutip dari Pintu Academy, pola Bump and Run Reversal atau biasa disebut Pola Bump and Run adalah pola grafik yang secara biasanya digunakan untuk memprediksi pergerakan harga selanjutnya setelah harga aset naik secara terlalu tinggi dan terlalu cepat.

Secara visual, pola ini relatif sulit dikenali dibandingkan pola Triple Top atau Head and Shoulders. Strategi yang harus disiapkan trader pasca adanya pola Bump and Run Reversal Bottom Pattern juga cukup rumit. Namun mengenali pola ini akan sangat bermanfaat untuk trading kamu.

Baca juga: Apa itu Pola Head and Shoulders dalam Trading Kripto?

Pola ini dirancang untuk mengidentifikasi kenaikan spekulatif yang tidak berkelanjutan dalam jangka waktu lama. Pola ini terbentuk dengan asumsi bahwa harga yang naik dengan sangat cepat akan menyebabkan penurunan yang sama drastisnya setelahnya.

Pola Bump and Run bisa terjadi dalam skala waktu harian atau lebih lama. Untuk bisa menemukan pola ini, diperlukan pengalaman dan latihan yang cukup.

Baca juga: Saham Pilihan untuk Trading 6 September dan Target Harganya

Berikut lima langkah mengkonfirmasi Bump and Run Pattern:

  1. Sebagaimana tampak pada grafik, pada awalnya akan terlihat tren bullish pada rentang 30 derajat (hijau) dan membentuk lonjakan S1. Tren bullish yang ditunjukkan dengan garis berwarna hijauh ini biasa dikenal dengan fase lead-in.
  2. Selanjutnya, harga melonjak tinggi hingga membentuk sudut 60 derajat (biru) dan membentuk lonjakan S2. Fase ini dikenal pula sebagai fase bump.
  3. Volume perdagangan akan meningkat selama fase bump untuk membentuk lonjakan harga yang tinggi, lalu menurun selama proses penciptaan tren baru.
  4. Jika diukur, tinggi lonjakan kedua (S2) lebih tinggi sebanyak 2 kali dibandingkan lonjakan pertama (S1).
  5. Kamu mendapatkan konfirmasi pola pada saat aksi harga berbalik dan menembus tren utama, yang mana ditunjukkan oleh lingkaran merah pada grafik. Fase ini dikenal dengan nama fase run. Jika breakout muncul, maka pola tersebut memang merupakan pola Bump and Run Reversal.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com