Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lo Kheng Hong. Foto: Ist

Lo Kheng Hong. Foto: Ist

Ini Rahasia Sukses Lo Kheng Hong Jadi 'Sleeping Shareholder'

Kamis, 31 Maret 2022 | 18:08 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Lo Kheng Hong dikenal sebagai investor saham jangka panjang. Dia juga tak banyak melakukan diversifikasi portofolio saham.

Lo Kheng Hong bahkan mengaku bahwa dirinya adalah ‘sleeping shareholder’ alias ‘investor tidur’. Lalu bagaimana pria yang sudah berinvestasi di bursa saham selama 33 tahun ini bisa sukses menjadi investor tidur?

Menurut dia, tata kelola perusahaan yang baik adalah segalanya. Karena itu, saat akan membeli saham suatu perusahaan, dia akan melihat pemilik dan manajemen perusahaan.

Baca juga: Lo Kheng Hong ‘Senggol’ Influencer Pompom Saham: Kalau Dengarkan Mereka, Mana Bisa Sabar

“Jadi kalau saya membeli satu perusahaan tentu saya juga lihat manajemennya dan si pemiliknya. Apakah mereka orang-orang yang jujur dan berintegritas. Atau, orang-orang yang suka mengambil uang perusahaan untuk memperkaya dirinya,” terang Lo Kheng Hong dalam SPOD yang disiarkan akun YouTube Syailendra Capital dikutip Kamis (31/3/2022).

Dia menekankan bahwa akan sangat berbahaya sekali bagi dirinya sebagai sleeping shareholder mempercayakan uangnya kepada orang yang tidak jujur dan tidak berintegritas.

“Jadi kalau saya melihat berapa murahnya pun itu company, tapi kalau perusahaan itu pemilik dan manajemennya tidak jujur dan tidak berintegritas pasti dia akan dicoret oleh saya. Bagi saya GCG itu segala,” papar investor berjuluk ‘Warren Buffett Indonesia’ ini.

Baca juga: Lo Kheng Hong: Uang Besar Dapatnya Bukan dari Jual Beli Saham, Tapi dari Menunggu

“Jadi kalau pemilik dan manajemen direksi dan komisaris tidak jujur dan tidak berintegritas, gak bakalan saya beli. Saya gak mau mempercayakan uang saya, harta saya kepada orang yang tidak jujur dan tidak berintegritas,” ucap dia.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN