Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Alan J. Tangkas Darmawan, Presiden Direktur Eastspring Indonesia

Alan J. Tangkas Darmawan, Presiden Direktur Eastspring Indonesia

Ini Saran Eastspring Bagi Investor Reksa Dana di 2021

Sabtu, 23 Januari 2021 | 17:36 WIB
Parina Theodora

Jakarta - Selama 2020 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami volatilitas yang sangat tinggi. Secara global, pergerakan pasar didorong oleh beberapa peristiwa mulai dari ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS)-Tiongkok, turunnya harga minyak, hingga keadaan politik maupun persetujuan pemberian stimulus tambahan di AS juga turut menentukan pergerakan pasar global.

Di sisi domestik, volatilitas menjadi lebih tinggi dengan ketidakpastian pemulihan ekonomi yang didorong oleh pembatasan aktivitas masyarakat, realisasi stimulus pemerintah, keberhasilan pemutusan Omnibus Law dan juga ketidakpastian indenpendensi BI. Namun demikian, sejauh ini IHSG telah naik 45% dari titik terendahnya pada bulan Maret l2020.

Demikian evaluasi pasar selama 2020 seperti yang disampaikan Direktur Utama PT Eastspring Investments Management Alan T Darmawan. Di 2021 ini, ia menyampaikan pandangan optimisnya terhadap perekonomian Indonesia. Menurutnya, hal ini seiring dengan distrubusi vaksin yang telah dimulai di Indonesia.

“Kami cenderung optimis akan perbaikan ekonomi tahun 2021. IMF juga memperkirakan ekonomi dunia akan tumbuh 5,2% pada tahun 2021, jauh lebih baik dari perkiraan minus 4,4% pada tahun 2020. Selain itu, dengan terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden AS kami juga mengharapkan akan kebijakan multilateral global yang lebih stabil ke depannya,” paparnya.

Ia melanjutkan, di 2021 ini instrumen obligasi masih dinilai sebagai investasi yang cukup menarik, walaupun sudah mengalami rally yang cukup banyak karena kebijakan suku bunga yang akomodatif selama 2020. “Sedangkan, pasar saham tahun 2021 berpotensi menjadi investasi yang menarik karena stimulus yang diberikan diharapkan dapat memperbaiki kembali kinerja perusahaan,” tambahnya.

Untuk investor reksa dana, ia menekankan pentingnya penempatan portofolio investasi yang sesuai dengan profil risiko tiap-tiap investor. “Dalam keadaan market yang volatile ini tidak ada salahnya untuk lebih rajin memeriksa risk profile investor, apakah masih sesuai. Untuk risk pofile medium, kita lihat penempatan 50% di reksa dana saham, 30% di reksa dana pendapatan tetap masih menarik,” sarannya.


 

 

Editor : Parina Theodora (theo_olla@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN