Menu
Sign in
@ Contact
Search
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berupaya menyediakan properti sesuai minat pasar, termasuk kaum muda, dengan produk rumah tapak modern. (Foto: Ist)

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berupaya menyediakan properti sesuai minat pasar, termasuk kaum muda, dengan produk rumah tapak modern. (Foto: Ist)

Ini Strategi Lippo Karawaci (LPKR) Terapkan Keberlanjutan Pengelolaan Energi dan Air

Selasa, 27 September 2022 | 14:15 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), perusahaan real estat dan layanan kesehatan terkemuka di Indonesia berdasarkan pendapatan, fokus menerapkan praktik Environmental, Social, and Governance (ESG). Salah satunya dalam pengelolaan energi dan sumber daya air di sejumlah aset yang dikelola.  

CEO LPKR John Riady menyampaikan bahwa perubahan iklim merupakan ancaman nyata bagi semua, terutama bagi bisnis properti dengan aset fisik dan operasional di Indonesia yang rawan risiko dari perubahan iklim.

Baca juga: Properti Tangerang dan Bekasi Bertumbuh, Lippo Karawaci (LPKR) Manfaatkan Momentum

"Oleh karena itu, kami menyadari pentingnya peran kami dalam mempercepat transisi global menuju lingkungan yang rendah karbon, seperti pengelolaan energi," jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (27/9/2022).  

LPKR mengurangi penggunaan energi melalui berbagai inisiatif, seperti pemeliharaan dan peningkatan rutin sistem bangunan lama, optimalisasi sistem pendingin ruangan, dan menggunakan lampu LED yang lebih hemat energi dan tahan lama. Di Lippo Village, sistem pemantauan cuaca dan tingkat ketinggian air telah menggunakan tenaga surya.

Baca juga: Lippo Karawaci (LPKR): Pemulihan Aktivitas Masyarakat Dorong Pertumbuhan Bisnis Mal dan Hotel

“LPKR sedang menjajaki penggunaan tenaga surya berskala besar, agar kami dapat mengurangi sebagian konsumsi listrik dan mendukung adopsi energi bersih di Indonesia," tegas John.

Inisiatif pengelolaan energi juga tidak hanya bermanfaat untuk mengurangi jumlah emisi Gas Rumah Kaca (GRK), akan tetapi berhasil menghasilkan penghematan pengeluaran biaya energi secara signifikan dan mengurangi biaya operasional. Sebagai contoh, Aryaduta memiliki Komite Penghematan Energi khusus di setiap hotel. Hal ini membantu Aryaduta dalam mencapai targetnya yaitu jumlah biaya penggunaan energi yang kurang dari 10% total pendapatannya.  

Baca juga: Konsensus Analis Prediksi Pertumbuhan Siloam (SILO), Lippo Karawaci (LPKR) Terimbas Positif

“Selama bertahun-tahun, LPKR telah melakukan investasi yang signifikan untuk meningkatkan kemampuan kami dalam mendaur ulang air hujan dan air limbah untuk menambah sumber air dan mengurangi pengambilan air kami,” kata John.

LPKR telah membangun beberapa kolam retensi untuk mengumpulkan air hujan dan air limpasan, yang selanjutnya diolah untuk digunakan kembali. Selain itu, LPKR juga mengolah air limbah untuk digunakan kembali pada kegiatan operasional, seperti irigasi, pembersihan saluran air, menara pendingin, dan toilet flushing. Di Lippo Village, semua kebutuhan operasional seperti irigasi dan pembersihan saluran air telah menggunakan air limbah yang diolah.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com