Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Berbagai jenis mata uang digital atau cryptocurrency. Foto ilustrasi: Ina Fassbender / AFP

Berbagai jenis mata uang digital atau cryptocurrency. Foto ilustrasi: Ina Fassbender / AFP

Ini Tips Dapatkan Passive Income dari Cryptocurrency

Senin, 17 Mei 2021 | 11:08 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Masa depan crypto sebagai komoditas aset berjangka semakin menjanjikan. Hal ini disebabkan oleh kemampuan pengembangan teknologi yang ditawarkan mata uang crypto tidak terbatas.

Aktivitas trading crypto pun meningkat setiap tahunnya seiring dengan kian banyaknya variasi coin yang ditawarkan. Kenaikan aktivitas ini juga didorong dengan munculnya platform bursa crypto yang semakin beragam.

Indonesia melalui Bappeti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka) hingga kini memiliki 13 bursa crypto yang telah resmi terdaftar seperti Indodax, Tokocrypto, Rekeningku, Zipmex, dan lainnya.

Pakar Digital dan Media Sosial, Anthony Leong
Pakar Digital dan Media Sosial, Anthony Leong

Pakar Digital Anthony Leong mengatakan umumnya untuk mendapatkan mata uang crypto dilakukan dengan aktivitas yang disebut dengan mining (menambang). Namun kegiatan mining (menambang) cryptocurrency memerlukan kemampuan komputer yang kuat dan dukungan listrik yang besar. Alternatif yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan staking coin, yaitu cara untuk mendapatkan coin tambahan tanpa menggunakan perangkat komputer yang canggih.

“Kita bisa mendapat hasil yield farming (hasil pertanian) dengan cara staking. Staking seperti ini adalah cara alternatif untuk mendapatkan passive income di pasar crypto. Coin yang kita miliki di dalam wallet dapat dikunci untuk membantu operasi dan jaringan coin tersebut, sebagai imbalannya kita akan mendapatkan coin. Hanya saja perlu kita ketahui risiko dalam berinvestasi di cryptocurrency karena fluktuatifnya harga dan lain hal. Investor wajib manage risiko dalam hal apapun itu entah itu trading atau staking hingga mining,” kata Anthony Leong melalui keterangannya Senin (17/5/2021).

Diketahui staking merupakan sebutan yang ditujukan pada aktivitas penitipan coin kepada platform crypto. Hasil penitipan itu kemudian digunakan untuk melakukan validasi transaksi pada blockchain dalam bentuk proof of stake (PoS).

“Melalui pengembangan teknologi seperti ini kini siapapun bisa berinvestasi di crypto tanpa perlu takut. Orang-orang yang tidak punya banyak waktu juga sangat cocok untuk menggunakan teknologi ini karena akan sangat menghemat waktu," kata Anthony.

Hingga kini terdapat beberapa platform yang telah menyediakan jasa staking crypto seperti Pancake Swap (pancakeswap.finance), Bean Cash. 

Memilih platform staking dapat dimulai dari mengetahui pihak pengembangan platform staking. Setelah itu pengguna juga perlu mengetahui teknologi yang digunakan secara mendasar, pemilihan ini dilakukan untuk memastikan reward coin yang akan diberikan masih memiliki nilai valuasi yang tinggi.

“Untuk memilih platform staking yang terpenting kita harus mengetahui peluang harga coin  yang akan kita peroleh, hal itu dapat diketahui dengan melihat pasukan dibalik platform ini. Tapi yang aneh di dunia crypto ini adalah Penemu Bitcoin Satoshi Nakamoto yang sampai sekarang belum muncul di publik tapi dinilai dengan harga fantastis kini sudah 700-800 juta per koin," tutup Anthony.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN