Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Area kegiatan penambangan emas BSI di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur di Surabaya, Rabu (19/2/2020).Foto:Istimewa

Area kegiatan penambangan emas BSI di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur di Surabaya, Rabu (19/2/2020).Foto:Istimewa

Insiden Tambang Tujuh Bukit, Produksi Merdeka Copper Bisa Terdampak

Selasa, 15 September 2020 | 17:43 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menilai insiden penurunan muka tanah di permukaan heap leach pad proyek Tujuh Bukit pada 12 September 2020 bisa berpengaruh terhadap realsasi target produk tahun ini. Sedangkan total belanja modal (capital expenditure/capex) terpakai tahun ini diperkirakan capai US$ 80 juta.

Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Tri Boewono mengatakan, insiden penurunan muka tanah di permukaan heap leach pad proyek Tujuh Bukit dipastikan tidak menilbukan korban jiwa atau luka pada pekerja yang berada di lokasi. Perseroan juga memastikan tidak ada kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya.

Hanya saja, menurut Tri, insiden tersebut berpotensi menunda realisasi target produksi proyek Tujuh Bukit, sehingga perseroan akan bekerja maksimal untuk meminimalisir dampak insiden terhadap kinerja dan produksi. Insiden tersebut juga dipastikan tidak menimbulkan kehilangan emas perseroan.

“Saat ini, kami sedang melakukan investigasi atas insiden tersebut dan akan menginformasikan lebih lanjut tentang kejadian ini secepatnya,” ujar Tri dalam paparan publik melalui zoom, Selasa (15/9).

Terkait penggunaan capex tahun ini, dia mengatakan, diperkirakan senilai US$ 80 juta hingga akhir tahun ini. Namun angka perkiraan ini belum termasuk efek dari perbaikan heap leach pad tujuh bukit. Adapun hingga semester I-2020, perseroan telah merealisasikan penggunaan belanja modal sebanyak US$ 30 juta dan paruh kedua tahun ini diperkirakan terserap lagi senilai US$ 50 juta.

“Dengan adanya penambahan tersebut maka menjadi US$ 80 juta sampai akhir tahun, tetapi ini belum termasuk efek dari perbaikan yang akan diperlukan dengan peristiwa yang terjadi di heap leach pad Tujuh Bukit,” ujarnya.

Hingga semester I-2020, perseroan memproduksi emas sebanyak 108,823 ounces dan tembaga sebanyak 2.926 ton. Namun demikian perseroan belum bersedia mengungkap target produksi emas tahun ini akibat insiden proyek tambang Tujuh Bukit yang berpotensi menekan produksi tahun ini. Yang jelas, kontribusi produksi terbesar masih berasal dari Tujuh Bukit.

Volume produksi tersebut berimbas terhadap peningkatan pendapatan perseroan menjadi US$ 199 juta atau naik 3,7% dari semester I-2019 mencapai US$ 192 juta. Sedangkan laba bersih dibukukan sejumlah US$ 35,42 juta selama semester I-2020.

“Kami memahami bahwa sepanjang paruh pertama 2020 dan untuk beberapa waktu ke depan, pandemi Covid-19 masih terus menjadi tantangan serta berpengaruh pada perekonomian nasional. Di tengah tantangan ini, perseroan terus menerapkan protokol kesehatan dan keamanan untuk memperkuat posisinya sebagai produsen emas,” ujar dia.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN