Menu
Sign in
@ Contact
Search
Net Buy Investor Asing. Investor memantau pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Mengutip data RTI, dalam sebulan terakhir, investor  asing mencatat net buy sebesar Rp16,76 triliun di seluruh pasar.

Net Buy Investor Asing. Investor memantau pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Mengutip data RTI, dalam sebulan terakhir, investor asing mencatat net buy sebesar Rp16,76 triliun di seluruh pasar.

Intip Penyebab IHSG dan Bursa Asia Menguat

Kamis, 11 Agustus 2022 | 12:30 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - IHSG ditutup melesat 72,59 poin (1,02%) ke level 7.158,8 pada perdagangan sesi I, Kamis (11/8/2022). IHSG dan bursa regional Asia sejalan menguat. Apa penyebabnya?

Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, menguatnya IHSG dan bursa regional Asia seiring dengan reaksi pasar pasca rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang mengalami penurunan dari sebelumnya dan juga dibawah dari konsensus pasar. Inflasi AS turun dari sebelumnya 9,1% menjadi 8,5% atau dibawah dari konsensus pasar 8,7%.

Baca juga: Ini Deretan Saham Cetak Untung Besar, MEDS Tertinggi

“Karena laporan inflasi AS yang lebih baik dari perkiraan, sehingga mendorong pelaku pasar dan investor cenderung bersikap spekulasi dengan turunnya data inflasi AS tersebut tentunya memberikan ruang kebijakan moneter The Fed yang mungkin tidak begitu agresif. Sehubungan dengan kenaikan suku bunga acuan dalam rangka menekan tingkat inflasi,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Kamis (11/8/2022).

Sementara dari dalam negeri, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut, ditengah gejolak volatilitas harga komoditas, dimana pemerintah dalam rilisnya telah realisasikan subsidi energi hingga Juli 2022 sebesar Rp 116,2 triliun atau tumbuh 17,5% year on year (yoy).  

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, Kepala Badan Kebijakan Fiskal menyampaikan bahwa pembayaran subsidi dan kompensasi masih akan terus berjalan hingga akhir tahun. Hal ini sebagai upaya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sehingga ini akan mendorong membaiknya ekonomi, sehingga anggaran APBN tentunya akan menjadi pelindung terhadap gejolak harga komoditas.

Baca juga: Sektor Teknologi Cetak Kenaikan Tertinggi, IHSG Ditutup Melesat 1,02%

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, hingga periode Juli 2022, pendapatan negara tercatat mencapai Rp 1.551 triliun dan belanja negara sudah terealisasi sebesar Rp 1.444,8 triliun, alhasil APBN mengalami surplus sebesar Rp 106,1 triliun.

Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan ADRO buy dengan support dan resistance di level 3.100-3.280, serta PER: 4,47x dan PBV: 1,37x. “Selain itu, kami merekomendasikan ANTM buy dengan support dan resistance di level 2.150-2.320, serta PER: 9,17x dan PBV: 2,30x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas. 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com