Menu
Sign in
@ Contact
Search
Karyawati berjalan di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawati berjalan di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Intip Sentimen Penyebab IHSG Memerah

Senin, 25 Juli 2022 | 12:31 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pada perdagangan sesi I, Senin (25/7/2022), IHSG ditutup memerah setelah melemah sebesar 0,21% ke level 6.872. Apa penyebabnya?

Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan, pergerakan IHSG tampaknya terpengaruh dari sentimen eksternal dan internal. Dari eksternal dimana mayoritas regional Asia cenderung melemah hal seiring sikap pelaku pasar dan investor yang menanti hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting 26 Juli sampai 27 Juli 2022 dimana kebijakan moneter The Fed akan menaikan suku bunga acuan yang diprediksi sebesar 75 basis poin.

Baca juga: Lima Saham Ini Melesat di Atas 10%, Diantaranya KUAS dan MMLP

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, sentimen lainnya datang dari Tiongkok, di tengah upaya penyelesaian utang kasus perusahaan properti terbesar di tiongkok, yaitu Evergrande. Pasar dikejutkan dari petinggi Evergrande yang terganjal kasus kesalahan dalam mengatur restrukturisasi utangnya. “CEO dan CFO diduga terlibat terkait pinjaman yang dijamin oleh unit properti Evergrande yang dialihkan kembali ke grup,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Senin (25/7/2022).

Sementara itu, lanjut Pilarmas Investindo Sekuritas, Presiden Tiongkok mengambil tindakan keras terhadap perusahaan-perusahaan swasta yang melakukan aksi akuisisi dan para taipan yang memanfaatkan situasi ini demiki keuntungan.

Baca juga: Sektor Teknologi Jatuh Terdalam, IHSG Anjlok 14,55 Poin

Dari dalam negeri, Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, investasi pada sektor manufaktur mengalami kenaikan dari Rp167,1 triliun pada semester I-2021 menjadi Rp230,8 triliun pada semester I-2022. Hal ini memberikan indikasi dimana kondisi dalam negeri masih memiliki daya tarik para investor untuk berinvestasi di Indonesia. Kondisi ini tidak terlepas dukungan pemerintah, pelaku usaha yang berupaya proses pemulihan ekonomi nasional. 

“PWON. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 444-480. Dengan PER: 15,02x dan PBV: 1,12x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com