Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Reksa Dana

Reksa Dana

Investasi Reksa Dana Kian Menarik

Thereis Love Kalla, Senin, 26 Agustus 2019 | 08:16 WIB

JAKARTA, Investor.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai investasi produk reksa dana kian kompetitif, seiring penurunan tingkat suku bungan acuan menjadi 5,5%. Reksa dana juga didukung atas pemangkasan pajak bunga obligasi yang diterima kontrak investasi kolektif.

Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sujanto mengatakan, investasi reksa dana akan semakin kompetitif , terlebih Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan menjadi 5,5%. “Penurunan suku bunga berdampak langsung ke harga obligasi dan kemudian berimbas terhadap reksa dana, khususnya produk pendapatan tetap atau reksa dana yang memiliki obligasi didalamnya,” ujarnya seusai acara Capital Market Summit and Expo (CMSE), di Jakarta, Sabtu (24/8).

Hingga 22 Agustus 2019, dana kelolaan (asset under management/AUM) reksa dana Indonesia mencapai Rp 541,66 triliun. Menurut Sujanto, komposisinya terdiri atas reksa dana saham mencapai Rp 140 triliun, reksa dana terproteksi Rp 137 triliun, reksa dana pendapatan tetap sebesar Rp 108 triliun, dan reksa dana pasar uang sebesar Rp 60 triliun.

OJK sebagai regulator, menurut dia, tak bisa memberikan target angka proyeksi AUM hingga akhir tahun, namun dirinya tetap optimis tren peningkatan ke depan.

Terkait jumlah investor reksa dana, OJK mencatat sebanyak 1,4 juta nasabah. Peningkatan ini didukung oleh kemajuan teknologi yang memudahkan calon investor untuk membuka rekening efek secara online. “Karena memang transaksi banyak di online walaupun kecil-kecil nilainya, tapi kan orang makin tahu apa itu reksa dana” imbuhnya.

Peningkatan juga didukung langkah OJK untuk terus menyosialisasikan literasi keuangan ke berbagai kota untuk terus meningkatkan gairah masyarakat untuk berinvestasi di reksa dana. “Salah satu kegiatan sosialisasi tersebut yaitu melalui pelaksanaan CMSE ini,” tandasnya.

Guna meningkatkan minat investor masuk reksa dana, dia mengatakan, OJK sedang mengkaji beberapa inovasi untuk menunjang kemudahan masyarakat dalam berinvestasi di reksa dana, salah satunya melalui transaksi virtual account. “Ke depan kita menyesuaikan dengan pasar, ke depan kita akan diskusi dengan para pelaku pasar, dan uang elektronik masih kajian, semoga saja bisa cepat rampung,” ungkapnya.

Sementara itu Direktur & CIO Fixed Income Manulife Asset Manajemen Indonesia (MAMI) Ezra Nazula menyatakan, reksa dana pendapatan tetap bisa dicermati sebagai pilihan investasi setelah berbagai sentimen positif pemangkasan suku bunga acuan oleh BI. “Penurunan suku bunga yang disertai dengan kenaikan peringkat utang Indonesia yang konsisten dalam dua tahun terakhir membuat Indonesia menjadi destinasi investasi yang menarik, khususnya bagi pasar obligasi,” ujarnya

Selain itu, dia mengatakan, dibandingkan dengan negara berkembang lainnya, Indonesia menawarkan yield riil pasar obligasi tergolong tinggi. Hal ini membuka peluang untuk masuk reksa dana. Diperkirakan hingga akhir tahun 2019, yield obligasi pemerintah Indonesia untuk tenor 10 tahun akan berada di kisaran 6,5 - 7,0%.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN