Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Foto: Ist

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Foto: Ist

SAHAM GOTO FLUKTUATIF CENDERUNG MENGUAT

Investasi Telkomsel di GoTo Berpotensi Cuan Rp 805 Miliar

Kamis, 26 Mei 2022 | 16:25 WIB
Kunradus Aliandu (kunradus@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Setelah mengalami tekanan, saham emiten sektor teknologi kembali menunjukkan 'tajinya'. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) pada penutupan 25 Mei mengalami kenaikan menjadi Rp 282. Hal yang sama dialami PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Jika pekan lalu harga saham GOTO sempat tertekan hingga Rp 190, pada penutupan 25 Mei harga GOTO sudah mencapai Rp 304.

Namun, tak semua emiten teknologi mengalami kenaikan. Pada penutupan bursa 25 Mei, saham PT Trimegah Karya Pratama Tbk (UVCR) dan PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) terus mengalami penurunan. Bahkan, tekanan jual terhadap saham tersebut menyentuh auto rejection bawah (ARB).

Kepala Ekonom BCA David E Sumual mengatakan, saat ini siklus bisnis perusahaan teknologi global, regional, maupun Indonesia memang lagi kurang menguntungkan. Ini disebabkan sentimen suku bunga The Fed yang akan terus mengalami kenaikan. Bahkan, suku bunga Fed akan terus dikatrol hingga 3,5%. Pada saat suku bunga Fed 0%, perusahaan start-up dan teknologi mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Baca juga: Bukan Kenaikan Harga Saham, Lalu Keuntungan Apa Yang Dikejar Telkom dari GOTO?

Lebih lanjut David mengatakan, saat ini kenaikan yang terjadi di saham emiten sektor teknologi disebabkan, selain karena optimisme ekonomi digital Indonesia bisa tumbuh, tapi juga sebagian investor masih menilai fundamental perusahaan teknologi masih cukup baik. Ini dilihat dari pertumbuhan pendapatan yang masih cukup tinggi.

“Memang dari profitabilitas masih banyak yang belum positif. Investor saat ini sudah melihat fundamental perusahaan sektor teknologi yang solid. Saat ini, investor pasar modal mencari emiten yang memiliki fundamental kuat dan memiliki bisnis yang masih terbuka lebar,” papar dia.

David mengatakan, sebenarnya investor pasar modal tak perlu khawatir untuk berinvestasi di emiten teknologi. Selama perusahaan teknologi tersebut masih bisa men-generate cash flow, usahanya masih berjalan sangat bagus, dan emiten tersebut masih dapat membuat ekosistemnya tumbuh, tentu prospek saham emiten teknologi masih sangat menjanjikan.

“Jika emiten tersebut memiliki fundamental yang kuat, harga sahamnya bisa berpotensi membaik. Jika fundamental jelek, tentunya akan terjadi seleksi alam. Semua perusahaan teknologi yang IPO di BEI memiliki prospek harga saham kembali naik. Siklus bisnis yang terjadi di perusahaan digital adalah konsolidasi,” ungkap David.

Saat ini, GoTo merupakan salah satu emiten sektor teknologi yang memiliki kinerja solid. GoTo mencatat sejumlah lonjakan transaksi yang signifikan selama Ramadan 2022. Di antaranya, jumlah pesanan di Tokopedia yang dikirimkan menggunakan layanan GoSend (instan maupun sameday) tumbuh sebesar 85% dibandingkan tahun lalu. Jumlah pesanan parsel (hampers) di Tokopedia yang dikirimkan dengan layanan logistik instan maupun sameday GoSend juga meningkat sebesar 60%.

Baca juga: Di World Economic Forum, CEO GOTO Bahas Mitra Gojek-Tokopedia, termasuk Driver

Selain itu, jumlah konsumen yang bertransaksi di GoFood meningkat sebesar 25%. Sementara itu, mitra GoFood yang menggunakan sarana promosi digital melalui platform Gojek tumbuh sebesar 46%. Jumlah pesanan yang diselesaikan untuk layanan GoRide dan GoCar secara kumulatif tumbuh lebih dari 35% sepanjang Ramadan tahun ini. Pertumbuhan ini terjadi seiring pelonggaran pembatasan aktivitas sosial, lebih banyak dilakukannya kegiatan buka puasa bersama’ secara offline, kunjungan dan berkumpul bersama keluarga, serta mulai kembalinya karyawan bekerja di kantor (work from office).

Sementara itu, Telkomsel diperkirakan mendapatkan cuan dari investasi di GoTo. Ini jika mengacu pada investasi Telkomsel di GoTo dengan perkirakan harga rata-rata (average price) di kisaran Rp 270 per saham. Saat melantai, GoTo menetapkan harga IPO Rp 338 dan Rabu (25/5/2022) harga saham GoTo ditutup Rp 304. Dengan demikian, Telkomsel berpotensi meraup cuan Rp 34 per saham. Artinya, dengan kepemilikan Telkomsel di GoTo sebanyak 23,7 miliar saham, berpotensi keuntungan di atas kertas mencapai Rp 805 miliar.

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN