Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Investor Diminta Jangan Greedy, ke Mana Arah IHSG Pekan Ini?

Senin, 18 Oktober 2021 | 07:09 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini diperkirakan masih rawan koreksi, apabila tidak diimbangi dengan fundamental yang kuat. Meski demikian, koreksi IHSG masih tergolong sehat.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus memprediksi IHSG pekan ini bergerak pada kisaran 6.550-6.690. “Secara jangka pendek, IHSG masih berpotensi menuju 6.800, namun waspadai koreksi sehat,” kata dia, akhir pekan lalu.

Para investor diharapkan tetap berhati-hati, karena semakin IHSG bergerak menguat, maka IHSG akan semakin rapuh apabila tidak diikuti dengan fundamental yang kuat.

Nico menyarankan kepada investor untuk mencermati saham-saham berfundamental baik dan memiliki potensi valuasi jangka panjang yang menarik. Sebab di tengah situasi dan kondisi saat ini, ketidakpastian tetap masih ada. Selain itu, para investor diharapkan membuat keputusan sesuai dengan target yang sudah ditetapkan. “Disiplin diri dan tidak greedy juga menjadi salah satu sikap pemenang dalam menentukan pemilihan momen dan membuat keputusan,” jelasnya.

Secara terpisah, analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan, IHSG sepanjang pekan ini berpotensi melanjutkan penguatan. Namun, pada awal pekan, ada risiko profit taking. Secara teknikal, hal itu sejalan dengan terbentuknya candle spinning top pada penutupan perdagangan pekan lalu.

Pekan ini, pergerakan indeks akan dipengaruhi oleh rilis data dari Tiongkok berupa GDP dan retail sales. Selain itu, foreign inflow juga berpotensi mempengaruhi pergerakan IHSG. Untuk level support mingguan terdekat berada di level 6.510 dan resistance di 6.686 yang merupakan level all time high. Sejumlah saham yang direkomendasikan adalah BBNI dengan strategi buy on weakness di level 6.650, ASII Rp 6.100, dan ICBP Rp 9.000-9.050.

CMSE 2021

Selama gelaran Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2021 yang berlangsung pada 14-16 Oktober 2021, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 1.286 pembukaan rekening baru dan nilai transaksi hingga Rp 238 miliar.

Pada saat pembukaan acara, BEI juga mencatat jumlah investor saham di Indonesia sudah melampaui angka 3 juta atau tepatnya 3.008.318 single investor identification (SID). Hal tersebut merupakan pencapaian menggembirakan dari pasar modal Indonesia di tengah peringatan 44 tahun diaktifkannya kembali pasar modal indonesia, serta untuk mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, bahwa tercapainya rekor baru jumlah investor saham di BEI maupun rekor lain, seperti pencapaian lebih dari satu juta investor baru saham pada 31 Agustus 2021, tentunya tidak lepas dari dukungan serta dominasi generasi muda.

Dominasi tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat peran dari investor lokal yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia, sehingga dapat menjadi 'tuan rumah di negeri sendiri'. “Saat ini, jumlah investor pasar modal Indonesia baik saham, obligasi, maupun reksa dana, per 14 Oktober 2021 telah mencapai 6.597.100 SID. Pertumbuhan dan aktivitas investor pasar modal ini memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia,” jelasnya saat penutupan CMSE 2021, Sabtu (16/10).

Hasan menambahkan, BEI akan terus gencar dalam menarik minat generasi muda berinvestasi di pasar modal Indonesia dengan menggelar berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi, yang memanfaatkan teknologi serta solusi digital bersama seluruh pemangku kepentingan.

Peran serta investor generasi muda tersebut, menurut Hasan, menjadi salah satu aspek penting yang akan memperkuat ketahanan pasar modal Indonesia, ketahanan ekonomi nasional, serta mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional. Sampai dengan hari terakhir penyelenggaraan CMSE 2021, antusiasme peserta terhadap acara masih tinggi, terlihat dari total peserta dari booth visitor dan summit viewers sebanyak 101.443 peserta. Para pengunjung ini didominasi oleh generasi milenial serta Gen Z dari dalam maupun luar negeri.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN