Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi pasar surat utang. (Foto:  Pixabay)

Ilustrasi pasar surat utang. (Foto: Pixabay)

Investor Global Masuk, Harga SUN Menguat

Senin, 12 Juli 2021 | 06:55 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Harga surat utang negara (SUN) pekan ini diproyeksikan meningkat seiring dengan imbal hasil (yield) US Treasury yang bergerak menurun. Hal ini membuat spread antara SUN dengan US Treasury 10 tahun membesar.

“Penurunan yield US Treasury tersebut berpotensi menarik minat investor global untuk masuk ke pasar SUN dalam negeri,” ujar Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri C Permana kepada Investor Daily.

Meski demikian, pasar SUN saat ini masih dihantui oleh pandemi Covid-19 dalam negeri yang mengalami peningkatan kasus. Menurut Fikri, ini menjadi perhatian bagi investor dan ada sedikit ketakutan untuk masuk ke pasar Indonesia. Namun, sentimen ini dinilai hanya jangka pendek, setidaknya hingga risiko Covid-19 menurun.

Untuk jangka panjang, pasar SUN tahun ini akan dipengaruhi oleh isu peningkatan suku bunga The Fed dan responsnya untuk mengurangi pembelian aset program The Fed atau pembelian US Treasury. “Pada saat ini, hal tersebut sebetulnya sudah di price in market, tapi kita tidak tahu juga nanti bagaimana hasil dari pasar tenaga kerja AS, itu yang akan menjadi kunci. Jika pasar tenaga kerja AS masih baik, dalam artian kondisinya seperti sekarang, saya pikir kemungkinan kenaikannya baru akan di tahun depan,” ujar dia.

Akan tetapi, apabila pemulihan dari pasar tenaga kerja AS lebih cepat, dikhawatirkan Fed Fund Rate juga akan lebih cepat naik atau bisa terjadi di akhir tahun ini. Apabila ini terjadi, maka berpotensi menyebabkan volatilitas dari SUN, artinya yield SUN akan sedikit meningkat dan harganya turun. 

Pada Selasa (13/7), Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan akan melelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara dengan target indikatif Rp 11 triliun. Masing-masing dalam lelang pekan ini memiliki jatuh tempo 14 Januari 2022, 15 Mei 2023, 15 Oktober 2025, 15 Maret 2034, 15 Februari 2037 dan 15 Oktober 2046. 

Menurut Fikri, target indikatif tersebut bisa lebih dan harapannya lelang surat utang tersebut akan ramai seperti minggu lalu yang didominasi oleh investor domestik. Likuiditas investor domestik saat ini dinilai bagus terutama dari perbankan. 

Namun, likuiditas yang baik tersebut sayangnya disebabkan oleh sektor riil atau permintaan kredit dari perbankan yang kurang baik, sehingga mereka memilih untuk pindah ke pasar SUN terelebih dahulu sebelum meyalurkan kredit kembali.

Dengan demikian, permintaan kredit diperkirakan relatif rendah dalam beberapa waktu ke depan. Sehingga, lelang ke depannya berpotensi masih akan didominasi investor domestik khususnya perbankan. “Harapannya bisa mendekati lelang Januari pada saat SUN mencapai Rp 90 triliun penawarannya dan SBSN sekitar Rp 40 triliun. Adapun produk yang akan diminati adalah jangka menengah panjang yang 10 tahun dan mendekati 15 tahun,” ujar dia.

Pada kesempatan berbeda, Associate Director of Reasearch and Investment Pilarmas Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, pekan ini pasar obligasi berpotensi mengalami penurunan imbal hasil dengan rentang 5 tahun berkisar 5,30-5,35, rentang 10 tahun 6,5-6,6, 15 tahun 6,35-6,4 dan 20 tahun 7,2-7,25.

Terkait dengan lelang pekan ini, di tengah situasi dan kondisi dimana The Fed belum memutuskan kapan Taper Tantrum dimulai, investor justru bisa mengunakan sentimen ini sebagai salah satu hal yang positif terhadap pasar obligasi. Dengan demikian, tingkat suku bunga untuk sementara waktu tidak akan bergeming.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN