Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wall Street. Foto: wsj.com

Wall Street. Foto: wsj.com

Investor Hati-hati Jelang Rundingan Dagang AS-Tiongkok, Wall Street Turun

Gora Kunjana, Selasa, 8 Oktober 2019 | 07:51 WIB

NEW YORK, investor.id – Bursa Wall Street turun pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), karena laporan tentang perdagangan AS-Tiongkok membuat investor berhati-hati menjelang pembicaraan yang dijadwalkan akhir pekan ini.

Sebuah laporan bahwa Beijing semakin enggan untuk menyetujui kesepakatan perdagangan luas yang dilakukan oleh Presiden Donald Trump membebani sentiment awal.

Tetapi penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow membantu meredakan kecemasan dengan mengatakan kemungkinan negosiator perdagangan AS-Tiongkok dapat membuat kemajuan ketika mereka bertemu di Washington, dan mengatakan Amerika Serikat terbuka untuk melihat proposal apa yang diajukan Beijing.

Saham-saham sempat diperdagangkan lebih tinggi pada sore hari setelah seorang reporter Fox mencuir bahwa Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan Tiongkok siap melakukan kesepakatan dengan AS pada bagian-bagian negosiasi.

Wakil perunding perdagangan AS-Tiongkok meluncurkan putaran baru perundingan pada Senin (7/10/2019) yang bertujuan menyelesaikan perang dagang 15 bulan kedua Negara, sementara Gedung Putih secara resmi mengonfirmasi bahwa perundingan tingkat tinggi, yang melibatkan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He, Perwakilan Dagang AS Robert Lightizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin akan dimulai pada Kamis.

“Pasar berusaha untuk menghasilkan beberapa harapan untuk hasil pembicaraan perdagangan dan mencari tahu di mana dan bagaimana mereka ingin diperhitungkan,” kata Manajer Strategi Pedagang TD Ameritrade, Shawn Cruz di Jersey City, New Jersey, AS.

Indeks Indeks Dow Jones Industrial Average, menghapus 95,70 poin  atau 0,36%, menjadi berakhir di 26.478,02.Indeks S&P 500 turun 13,22 poin atau 0,45%, menjadi ditutup di 2.938,79 poin. Indeks Komposit Nasdaq melemah 26,18 poin atau 0,33%, menjadi berakhir di 7.956,29 poin.

Konsesi tariff dari AS dan Tiongkok bulan lalu telah memicu harapan penyelesaian perselisihan yang berkepanjangan.

Kegelisahan atas perdang dagang dan indikator ekonomi beragam telah diimbangi oleh meningkatnya ekspektasi pemotongan suku bunga ketiga tahun ini oleh Federal Reserve.

“Kami mengalami reli yang cukup baik dari posisi terendah pada Jumat lalu, dan kami semacam kembali ke tengah rentang perdagangan baru-baru ini,” kata Rick Mecker, mitra di Cherry Lane Investments, kantor investasi keluarga di New Vernon, New Jersey.

“Investor berusaha menyeimbangkan apa yang tampak seperti ekonomi yang lebih lemah dengan suku bunga rendah. Apa yang bisa mengubahnya bisa menjadi sesuatu yang keluar dari pembicaraan dengan Tiongkok minggu ini.”

Investor akan segera mengalihkan fokus mereka ke laba (perusahaan) kuartal ketiga, yang dimulai minggu depan dengan pelaporan bank AS, dan banyak berharap untuk melihat kejelasan lebih lanjut tentang dampak perang dagang terhadap perusahaan Amerika.

Analis demikian laporan yang dikutip dari reuters, memperkirakan kinerja laba triwulanan terendah sejak 2016, dengan laba S&P 500 terlihat turun hampir 3% dari tahun sebelumnya, berdasarkan data IBES dari Refinitiv.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA