Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pengunjung berada di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1/2020). Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Seorang pengunjung berada di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1/2020). Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Investor Ingin Melihat Respons Kebijakan Pemerintah Regulator terhadap Korona

Gita Rossiana, Senin, 17 Februari 2020 | 08:05 WIB

JAKARTA, investor.id -- Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih akan dibayangi oleh perkembangan epidemi virus korona atau Covid-19. Namun demikian, IHSG yang sudah terkoreksi cukup dalam pekan lalu berpeluang rebound sepanjang pekan ini.

Berdasarkan data BEI, pada akhir pekan lalu IHSG ditutup melemah tipis 5,01 poin atau 0,09% ke posisi 5.866,95. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 ditutup turun 0,25 poin atau 0,03% menjadi 953,95.

Secara year to date (ytd), IHSG telah melemah 6,87% dan investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp 900,65 miliar. 

Analis PT Philip Sekuritas Anugerah Zamzami menjelaskan, investor ingin melihat respons kebijakan dari pemerintah dan regulator Indonesia terhadap mewabahnya virus korona dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.

“Penting untuk melihat pandangan BI mengenai ekonomi nasional di tengah ancaman perlambatan ekonomi akibat merebaknya virus korona,” kata dia.

Head of Investment PT Avris Asset Management Farash Farich juga melihat sentimen terbesar dari pergerakan IHSG pekan ini adalah terkait wabah virus korona. Kendati, dia tetap melihat hal positif dari koreksi indeks akibat wabah virus korona ini. “Karena koreksi cukup banyak, valuasi pasar saham jadi menarik,” kata dia.

Selain wabah virus korona, sentiment eksternal lain yang akan mempengaruhi IHSG adalah laporan kinerja keuangan emiten global.

Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee. Sumber: Beritasatu TV
Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee. Sumber: Beritasatu TV

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengungkapkan, FactSet menunjukan sekitar 77% emiten dalam Indeks S&P 500 telah melaporkan kinerja keuangan. Dari data tersebut, sebanyak 72% memberikan kinerja lebih baik dari perkiraan para analis. “Hal ini bisa menjadi sentimen positif bagi pasar,” kata dia.

Sementara Zamzami melihat sentiment eksternal lain yang cukup mempengaruhi IHSG adalah adanya rencana quantitative easing (QE) dari Amerika Serikat. Dia menilai, apabila quantitative easing ini terjadi, maka bisa menekan yield surat utang pemerintah AS. Akibatnya, arus modal akan keluar dari Amerika Serikat dan berpindah ke negara emerging markets, termasuk Indonesia.

Sedangkan sentimem lainnya adalah pergerakan indeks global. Dia menyebutkan, Dow Jones Industrial Average (DJIA) sempat ditutup melemah pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu. Ditambah pula perlambatan pergerakan indeks S&P di awal perdagangan yang walaupun ditutup hijau di akhir perdagangan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN