Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Layar elektronik di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (7/8/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Layar elektronik di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Jumat (7/8/2020). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Investor Perlu Menimbang Rasional dalam Investasi

Sabtu, 8 Agustus 2020 | 10:21 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini menghentikan sementara perdagangan/suspensi kepada saham PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF). Menurut data BEI kedua saham tersebut pada pekan ini telah melesat hingga di atas 30%.

Peningkatan secara signifikan ini diduga terpicu oleh kabar terbaru dari induk usaha kedua emiten tersebut yakni PT Biofarma (Persero) yang tengah melakukan uji klinis vaksin Covid-19.

Hans Kwee
Hans Kwee

Menanggapi hal ini, Direktur PT Anugerah Mega Investama, Hans Kwee menjelaskan dengan adanya suspensi ini diharapkan menjadi waktu yang tepat untuk menimbang secara rasional dalam berinvestasi lantaran uji klinis sendiri dalam praktiknya membutuhkan waktu yang panjang.

Secara mekanisme dengan adanya suspensi ini mengharuskan perseroan melakukan penjelasan kepada pihak BEI sehingga ada jeda waktu. Selepas suspensi, Hans memproyeksikan harga saham emiten tersebut dapat kembali meningkat namun secara terbatas.

"Adapun sentimen positif ini akan dirasakan pula pada saham sejenis yang bergerak di bidang farmasi, hal ini akan berlangsung selama vaksin masih dikembangkan," jelasnya kepada Investor Daily, Jumat (7/8).

Seiring dengan perkembangan terkait uji klinis, perekonomian Indonesia yang berangsur pulih pasca dilonggarkanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan membawa saham sektor properti dan konstruksi seperti WSKT, PTPP, BSDE dan CTRA.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN