Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Monitor pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Monitor pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Investor Ritel Kuasai 60% Transaksi di BEI

Sabtu, 12 Juni 2021 | 19:26 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id – Investor ritel di Bursa Efek Indonesia (BEI) semakin mendominasi perdagangan saham. Per akhir Mei 2021, investor ritel menguasai 60% transaksi.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi menyatakan, tahun 2020 lalu menjadi titik balik kebangkitan investor domestik, terutama investor ritel. Investor ritel mencatat aktivitas transaksi yang besar, mencapai 48,4% dari total rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp 9,2 triliun.

Persentase investor ritel tersebut melonjak untuk pertama kalinya di atas 40% dalam lima tahun terakhir.

“Porsi investor ritel yang kian dominan berlanjut pada tahun 2021. Dominasi investor ritel semakin terlihat dengan porsi mencapai hampir 60% per akhir Mei 2021,” kata Inarno dalam acara Exchange Traded Fund (ETF) Fest 2021 di Jakarta, Jumat (11/6/2021).

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi. Foto: IST
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi. Foto: IST

Inarno menjelaskan, hingga akhir Mei 2021, jumlah investor saham di BEI telah mencapai lebih dari 2,4 juta, atau melonjak 42% dibanding akhir tahun (year to date/ytd). Sedangkan investor di pasar modal mencapai 5,37 juta atau melonjak 38% (ytd).

Sedangkan rata-rata jumlah investor yang aktif ber transaksi hingga akhir Mei mencapai 203 ribu investor per hari, atau tumbuh 113% dari rata-rata tahun 2020.

Lebih lanjut Inarno menjelaskan, pemulihan ekonomi yang makin terlihat tahun ini menjadi katalis positif bagi pasar modal, terutama dalam transaksi ETF. Hal ini tercermin pada tingginya aktivitas perdagangan di BEI dalam tiga bulan terakhir.

Perkembangan jumlah investor pasar modal
Perkembangan jumlah investor pasar modal

“Kami mencatat tingginya aktivitas transaksi dan merupakan rekor baru sejak swastanisasi bursa efek tahun 1992. Hal itu tercermin pada rata-rata nilai perdagangan harian saham yang mencapai lebih dari Rp 13 triliun per hari atau melonjak dua kali lipat dalam lima tahun terakhir,” kata Inarno.

Selain itu, terdapat juga lonjakan frekuensi transaksi yang mencapai rata-rata 1,2 juta transaksi per hari dan merupakan yang tertinggi di kawasan Asean dalam tiga tahun terakhir. Diikuti dengan lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari 18 miliar lembar saham per hari.

“Lonjakan transaksi perdagangan sepanjang tahun 2021 dipengaruhi oleh tren positif pertumbuhan investor pasar modal. Pesatnya pemanfaatan teknologi di masa new normal telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan investor dalam setahun terakhir,” ujar Inarno.

ETF

Sementara itu, untuk terus meningkatkan pendalaman pasar modal dan memperluas layanan produk bursa, BEI bersama Self Regulatory Organisation (SRO) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan pengembangan produk baru serta penyempurnaan produk yang dapat ditawarkan kepada masyarakat pemodal.

Sejauh ini, terdapat berbagai macam produk pasar modal yang dapat dijadikan sumber investasi masyarakat, salah satunya adalah produk Exchange Traded Fund (ETF)._ETF adalah reksa dana yang diperdagangkan di bursa, dan memiliki keunggulan yakni settlement T+2, lebih cepat dari durasi subscription/ redemption reksa dana produk konvensional.

Sejak tahun 2011, jumlah produk ETF yang terdapat di BEI terus meningkat dan hingga awal Juni 2021 terdapat 47 ETF.

Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The. Foto: IST
Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The. Foto: IST

Sedangkan Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The mengatakan, peningkatan minat berinvestasi di pasar modal saat ini belum diimbangi dengan pemahaman komprehensif terhadap konsep investasi dan produk-produk alternatifnya yang semakin beragam.

“Literasi dan inklusi pasar modal masih perlu ditingkatkan. Maka dari itu kami terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya_ berinvestasi di pasar modal, termasuk pemahaman mengenai produk ETF,” kata dia.

Perkembangan nilai aktiva bersih reksa dana dan pertumbuhannya
Perkembangan nilai aktiva bersih reksa dana dan pertumbuhannya

Peningkatan edukasi ini menjadi salah satu komitmen dari Indo Premier Sekuritas. Hal ini ditunjukkan dengan gelaran ETF Fest 2021 untuk menjawab berbagai pertanyaan masyarakat tentang produk ETF dari segala sisi.

Sebagai informasi, Indo Premier menjadi pionir industri ETF di Indonesia mulai tahun 2007. Berdasarkan data KSEI per Mei 2021, saat ini Indo Premier telah mengadministrasikan 26 dari 48 ETF yang ada di BEI dengan Asset Under Management (AUM) sebesar Rp 7,6 triliun dari total AUM ETF di Indonesia sebesar Rp 13 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN