Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Investor Tetap Waspadai Efek Evergrande

Senin, 27 September 2021 | 06:12 WIB
Nabil Al Faruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ini diproyeksikan bergerak melemah dengan level support 5.996-6.100 dan level resistance 6.169-6.200. Pergerakan indeks bakal dipengaruhi oleh sejumlah sentimen dari dalam maupun luar negeri, terutama soal Evergrande.

Investor masih menunggu apakah Evergrande akan membayar bunga obligasi US$ 83 juta yang telah jatuh tempo pekan lalu. Beberapa pemegang obligasi luar negeri mengatakan belum menerima pembayaran kupon pada batas waktu tersebut.

Perusahaan sejauh ini tetap diam dan memiliki waktu 30 hari sebelum secara teknis default. Kekhawatiran tentang Evergrande melanda pasar global akibat total kewajiban yang sangat besar mencapai US$ 305 miliar.

“Jika Evergrande gagal bisa memicu risiko yang lebih luas bagi sistem keuangan Tiongkok. Namun, Pemerintah Tiongkok akan melakukan apa pun untuk menahannya, yang membuat pelaku pasar memperkirakan eksposur di luar Tiongkok tampak terbatas,” jelas Direktur Ekuator Swarna Investama Hans Kwee kepada Investor Daily, Minggu (26/9).

Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Sri Mulyani optimistis ekonomi triwulan III-2021 meningkat dalam rentang 4%-5%, seiring dengan mulai membaiknya berbagai indikator perekonomian. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) terlihat berhasil menjaga dan mengendalikan varian Delta di seluruh wilayah, sehingga memberikan dampak positif bagi ekonomi Indonesia.

“Hal ini memberikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi akan semakin meningkat di triwulan IV-2021, dengan asumsi varian baru dan munculnya klaster baru akibat berbagai kegiatan bisa terkendali dengan baik,” jelas Hans.

Adapun untuk menghadapi pergerakan pasar pekan ini, Hans menyampaikan bahwa investor bisa menerapkan strategi investasi dengan mencari perusahaan yang memiliki fundamental bagus. Selain itu, investor juga dapat memperhatikan saham-saham blue chip.

Masih soal dampak Evergrande, analis PT Sucor Sekuritas Hendriko Gani mengatakan bahwa apabila kasus tersebut makin memburuk dan tidak ada turun tangan dari Pemerintah Tiongkok, maka akan mempengaruhi laju IHSG dan berdampak ke saham-saham big cap. “Tapi kalau tidak, saya rasa tidak akan pengaruh ke pasar global, termasuk IHSG,” jelas Hendriko.

Meskipun demikian, Pemerintah Tiongkok sejauh ini sudah concern dengan kasus yang dialami perusahaan properti tersebut, dimana mereka telah melakukan injeksi modal. Selain itu, Pemerintah Tiongkok sudah meminta Evergrande untuk melunasi kewajiban mereka ke investor.

Hendriko menambahkan, IHSG pekan ini berpotensi bergerak mixed cenderung menguat untuk menguji resisten di 6.180-6.200 dan level support di 6.000-6.050. Selain dipengaruhi kasus Evergrande, indeks juga dipengaruhi oleh rilis data ekonomi PMI dan inflasi dalam negeri.

Hendriko melihat, data PMI akan memberikan katalis positif karena PPKM yg terus diturunkan dan bisa memberikan optimisme ke pelaku usaha. Sementara data inflasi, ada potensi inflasi tetap terjaga. “Overall seharusnya datanya bagus untuk pergerakan IHSG,” ujar dia.

Pekan ini, investor dapat melakukan strategi investasi dengan melakukan akumulasi saham yang memiliki potensi menguat. Investor juga bisa melakukan hold saham-saham yang sudah dibeli sebelumnya. “Untuk saham, investor dapat membeli UNTR dengan target harga Rp 23.500-23.800 dan PTBA Rp 2.560-2.600,” ujar dia.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN