Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kendaraan di IPCC. Foto: IPCC

Kendaraan di IPCC. Foto: IPCC

IPCC Bidik Peningkatan Kinerja 20%

Senin, 18 April 2022 | 06:25 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) membidik peningkatkan kinerja minmal 15%-20% pada 2022. Peningkatan tersebut seiring dengan pertumbuhan industri pada umumnya dan juga mencermati kondisi makro dan industri yang ada.

Rio TN Lasse selaku Direktur Utama Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) mengatakan pencapaian positif pada tahun 2021, membuat IPCC berkeyakinan dengan prospek bisnis di sepanjang tahun ini. “Meski di tahun 2021 IPCC terlihat bertumbuh tinggi dari tahun sebelumnya namun, di tahun 2022 yang penuh dengan tantangan Manajemen mencoba menargetkan untuk peningkatan kinerja minimal 15%-20% sama seperti pertumbuhan industri pada umumnya dan juga mencermati kondisi makro dan industri yang ada,” ungkap Rio dalam keterangan pers, Senin (18/4/20220.

Rio menambahkan dalam kurun waktu satu tahun terakhir, kondisi sektor otomotif kian berangsur membaik. Bahkan di dua bulan pertama tahun ini, terlihat lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Kondisi ini yang mempengaruhi pencapaian IPCC sepanjang 2021 dimana mencatatkan peningkatan kinerja bongkar muat kendaraan dan juga keuangan Perusahaan yang jauh lebih baik dari periode sebelumnya. “Selain itu, juga adanya sejumlah pengembangan yang berhasil kami lakukan,” paparnya.

Baca juga: Mantap, IPCC Bukukan Kenaikan Laba 352,62%

Menurut Rio, sejumlah pencapaian dan strategi pengembangan bisnis. Dari sisi kinerja operasional, sebagaimana dijelaskan sebelumnya dengan kian membaiknya industri otomotif dan diikuti dengan meningkatnya kegiatan distribusi dan logistik sepanjang 2021 dan di dua bulan pertama tahun ini turut mempengaruhi kinerja dari IPCC. Sebagai contoh, meski kinerja ekspor CBU di Terminal Internasional mengalami penurunan 27,69%. Namun, diimbangi dengan kenaikan impor CBU sebanyak 21,10%.

Di sisi lain, IPCC banyak mendapatkan berkah penanganan bongkar muat dari kendaraan Berat (termasuk Alat Berat, Bus, dan Truck) dimana mengalami kenaikan 42,33% untuk ekspor dan 238,32% untuk impor di Terminal Internasional. Pada Terminal Domestik, bongkar muat Kendaraan Berat naik 105,54%. Pada segmen General Cargo, di Terminal Internasional mengalami kenaikan 118,01% untuk ekspor dan 6,67% untuk impor. Sedangkan di Terminal Domestik hanya turun tipis 8,79%.

Direktur Operasi dan Teknik Direktur Utama Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Andi Hamdani menambahkan, meningkatnya kegiatan bongkar muat diikuti dengan persiapan internal. Adanya peningkatan kegiatan bongkar muat di Terminal tentunya diikuti dengan persiapan yang dilakukan untuk mendukung lancarnya kegiatan tersebut. Dengan menyiapkan sejumlah Man Power terlatih untuk dapat menangani dan menjaga proses bongkar muat kargo kendaraan dengan tepat waktu dan sangat hati-hati serta cermat.

Baca juga:Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi

“Di sisi lain, kami juga menyiapkan proses di back officenya sehingga proses administrasi dapat lebih efisien, terencana, terukur, dan tepat melalui proses digitalisasi pengarsipan. Kami pun mempersiapkan sarana infrastruktur dan perangkatnya di sejumlah Terminal satelit sehingga semua pelayanan dan penanganan kargo kendaraan terstandardisasi,” tambah Andi.

Tidak ketinggalan, Sumarno selaku Direktur Keuangan dan SDM Direktur Utama Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) yang baru saja ditunjuk menambahkan, kinerja keuangan IPCC sepanjang tahun 2021 mencatatkan hasil yang sangat baik dimana pertumbuhan Pendapatan naik 44,96% mencapai Rp516,84 miliar dimana hampir menyapai pendapatan di tahun 2019. EBITDA dapat bertumbuh 242,78% meskipun dari sisi beban pokok pendapatan dan beban usaha ada peningkatan tipis sejalan dengan meningkatnya kegiatan operasional.

Untuk sejumlah beban, Sumarno menjelaskan IPCC upayakan agar seefisien mungkin sehingga persentase kenaikannya dapat dijaga. “Dengan terjaganya persentase kenaikan beban tersebut secara bottom line kami dapat mencatatkan Laba Tahun Berjalan dimana sepanjang tahun 2021 mengalami peningkatan hingga 352,62% dari tahun sebelumnya yang tercatat rugi,” jelas Sumarno.

Baca juga: Hyundai Creta Ekspor Perdana Melalui Terminal IPCC

Sumarno menambahkan, kinerja keuangan sepanjang tahun 2021 masih terdapat imbas dari PSAK 73 terutama pada Sewa Aset yang menyebabkan adanya peningkatan pencatatan akun pada Aset Hak

Guna, Liabilitas Sewa, Bunga Sewa, dan Depresiasi. Seolah-olah, IPCC mengalami lonjakan kewajiban. Padahal, peningkatan kewajiban tersebut imbas pencatatan Sewa Aset sesuai dengan ketentuan PSAK 73.

Lebih lanjut Sumarno mengatakan, adanya ketentuan PSAK 73 mengharuskan IPCC mencatat aset-aset yang disewa diperlakukan seperti aset yang dimiliki. Namun, karena statusnya sewa maka terdapat bunga sewa yang dikenakan. Sewa Aset dihitung dari sisa sewa yang belum dibayar dan diperhitungkan bunganya. Maka pada sisi Kewajiban muncul Liabilitas Sewa dan di sisi Aset muncul Aset Hak Guna. Sementara di sisi beban muncul kenaikan Beban Depresiasi dan beban keuangan berupa Beban Bunga Aset Sewaan.

“Ke depan, untuk mengantisipasi adanya imbas ini sedang kami kaji terkait dengan penerapan revenue sharing, khususnya pada lahan yang statusnya sewa yang kita gunakan untuk kegiatan operasional.” tutup Sumarno.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN