Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama PT Hotel Fitra International Tbk Joni Rizal (tengah) berbincang bersama jajaran direksi dan komisaris (dari kiri ke kanan), Ida Haerani, Siti Rahayu, Tomi Tris, dan Sukino usai paparan publik terkait rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Jakarta, Selasa (14/5/2019).  Foto: investor Daily/DAVID

Direktur Utama PT Hotel Fitra International Tbk Joni Rizal (tengah) berbincang bersama jajaran direksi dan komisaris (dari kiri ke kanan), Ida Haerani, Siti Rahayu, Tomi Tris, dan Sukino usai paparan publik terkait rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Jakarta, Selasa (14/5/2019). Foto: investor Daily/DAVID

IPO Marak Pasca-pemilu

Farid Firdaus, Rabu, 15 Mei 2019 | 15:16 WIB

JAKARTA – Penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham kembali marak setelah pemilihan umum (pemilu). Setidaknya terdapat 26 perusahaan yang berencana menggelar IPO pada kuartal II dan III tahun ini. Ke-26 perusahaan itu bakal menambah daftar emiten baru di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebanyak 11 perusahaan telah melangsungkan IPO dan mencatatkan saham (listing) di BEI sejak awal Januari 2019.

Dari 26 perusahaan yang masuk pipeline IPO di BEI, sebanyak 25 perusahaan akan IPO sebelum akhir Juni atau semester I-2019. Mereka menggunakan laporan keuangan per 31 Oktober 2018 dan 31 Desember 2018 sebagai dasar valuasi. Satu perusahaan lainnya, PT Fuji Finance Indonesia, menggunakan laporan keuangan per 31 Maret 2019, sehingga bisa IPO paling lambat akhir September atau semester II tahun ini.

Dengan demikian, perusahaan yang IPO sepanjang semester I-2019 sedikitnya mencapai 36 perusahaan. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan semester I-2018 yang mencapai 20 perusahaan. Adapun jumlah IPO sepanjang tahun ini diharapkan mencapai 57 perusahaan.

Director Investment Banking PT Danareksa Sekuritas Boumediene H Sihombing yakin calon emiten baru lebih percaya diri untuk melangsungkan rencana aksi korporasi, termasuk IPO, pada semester I-2019. Meski demikian, isu-isu global tetap menjadi perhatian dan pertimbangan untuk melangsungkan IPO.

“Kalau dari Danareksa, kami masih melakukan pitching untuk potensi deal dengan calon-calon emiten ini. Menurut analis kami, beberapa sektor yang potensial, antara lain perbankan, consumer goods, dan infrastruktur,” kata dia kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (14/5).

Secara terpisah, Corporate Secretary and Director, Business & Strategy PT BNI Sekuritas Dedi Arianto mengatakan, saat ini yang menjadi perhatian para investor untuk berinvestasi di pasar saham adalah dampak perang dagang AS dengan Tiongkok. Namun, apabila bank sentral AS menurunkan suku bunganya, ada potensi dana-dana investasi asing mengalir ke negara-negara emerging markets, termasuk Indonesia.

Kalau pemilu sudah jelas, memang yang ditunggu-tunggu hasilnya. Tapi faktor dari global yang sulit diprediksi. Jika ada penurunan suku bunga The Fed, investor akan melirik pasar negara berkembang dan ada kepercayaan diri dari calon-calon emiten untuk melaksanakan IPO,” tutur dia.

Baca selengkapnya di https://subscribe.investor.id/

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA