Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa saham. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Ilustrasi bursa saham. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

IPO Perusahaan Teknologi Informasi Marak Hingga 2020

Gita Rossiana, Jumat, 21 Juni 2019 | 08:30 WIB

JAKARTA- Para perusahaan yang bergerak di sektor teknologi informasi (TI), diprediksi meminati penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) saham sebagai salah satu cara menambah pendanaan. Dalam satu satu terakhir, peminat IPO perusahaan TI semakin bertambah dan diperkirakan tetap marak hingga 2020.

Minat perusahaan tersebut untuk masuk ke pasar modal dinilai akan berlanjut hingga tahun depan dengan minat masyarakat yang tinggi untuk membeli saham tersebut.

Senior Vice President PT Erdhika Elit Sekuritas Toto Sosiawanto menjelaskan, banyaknya perusahaan teknologi yang melantai di bursa dimulai sejak 2018 karena perkembangan teknologi sangat pesat. Bahkan, minat masyarakat untuk membeli saham TI turut menguat.

"Sepertinya IPO perusahaan TI akan berlanjut tahun ini, dan kemungkinan akan sampai tahun depan,"kata Toto di Jakarta belum lama ini.

Sejauh ini, lanjutnya, sudah ada satu perusahaan teknologi yang listing melalui Erdhika Elit Sekuritas, yakni PT Envy Technologies Tbk. Toto optimistis, saham Envy akan diminat investor karena laporan keuangan tahun 2018 cukup bagus dan juga proyeksi 2019 dan 2020 dengan kenaikan signifikan.

Dengan melihat kinerja dan indikator valuasi saham lainnya, harga saham Envy akan ditawarkan di harga Rp350-475 per lembar saham. Perseroan berharap bisa mendapatkan dana segar sekitar Rp 240-360 miliar. 

"Saat ini sudah ada beberapa perusahaan aset manajemen yang akan membeli saham Envy. Ada juga investor asing yang akan beli,"ungkap dia.

Setelah Envy, Toto menyebutkan akan ada perusahaan teknologi lain yang akan IPO tahun ini. "Diperkirakan akan berlanjut sampai 2020. Hal ini seiring perkembangan teknologi yang pasti akan berjalan terus dan pastinya akan ada teknologi baru yang akan lahir,” tambahnya.

Lebih lanjut, Direktur Utama PT Kresna Sekuritas Octavianus Budi mengungkapkan, perkembangan teknologi seharusnya bisa dimanfaatkan oleh perusahaan teknologi untuk melantai di bursa. Pada tingkat global pun, perusahaan sekelas Amazon dan Apple juga sudah mulai masuk ke pasar modal dan memiliki kapitalisasi yang besar.

"Perusahaan teknologi yang baru muncul sebagai start-up harus bisa punya rencana yang bagus dan keunikan sehingga bisa bertumbuh secara sustain,"kata dia.

Sejauh ini, sudah ada 3 perusahaan teknologi yang di-underwrite oleh Kresna Sekuritas untuk menjadi perusahaan yang listing di bursa. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS), PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) dan PT Distributor Voucher Nusantara Tbk (DIVA).

Octavianus mengungkapkan, pihaknya akan melakukan proses underwritingkembali untuk dua perusahaan teknologi pada tahun ini. Kedua perusahaan tersebut adalah PT Telefast dan PT Digital Mediatama Maxima.

Berdasarkan data RTI Infokom, pergerakan saham emiten teknologi yang sudah melantai di bursa cukup aktif. Saham DIVA hari ini ditutup menguat 3,37% ke level Rp3.070/saham dengan kapitalisasi Rp 2,19 triliun.

Sementara saham NFCX juga ditutup menguat 0,39% ke level Rp 2.580/saham dengan kapitalisasi Rp1,72 triliun. Berikutnya, saham MCAS ditutup di level yang sama, Rp 3.500/saham dari penutupan perdagangan sebelumnya dengan kapitalisasi paling besar, yakni Rp 3,04 triliun.

Kendati memiliki kapitalisasi pasar paling kecil di antara perusahaan teknologi, yakni Rp 87,4 miliar, namun harga saham milik PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) menguat paling tajam 5,5% ke level Rp 230/saham.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN