Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investasi. Foto: Rawpixel (Pixabay)

Investasi. Foto: Rawpixel (Pixabay)

IPO Saham di Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara

Farid Firdaus, Kamis, 2 April 2020 | 19:32 WIB

JAKARTA, investor.id – Aktivitas penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di Indonesia menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara pada kuartal I-2020. Selama periode tersebut, sebanyak 18 perusahaan telah melangsungkan IPO. Jumlah tersebut meningkat 157% dibandingkan kuartal I-2019.

Berdasarkan riset terbaru Ernst & Young (EY) bertajuk Global IPO Trends: Q1 2020, aktivitas IPO di Asia Tenggara mengalami kenaikan secara jumlah sebesar 63% dibandingkan kuartal I-2019. Sedangkan secara nilai, aktivitas IPO naik signifikan hingga 885%. Hal ini lantaran adanya IPO bernilai jumbo oleh Central Retail Corp di Thailand.

Hingga akhir kuartal I-2020, Indonesia memimpin aktivitas IPO secara jumlah dengan 18 perusahaan. Posisi berikutnya adalah Malaysia dengan enam perusahaan, Singapura lima perusahaan, dan Thailand dua perusahaan. Namun, Thailand menjadi jawara dari pencapaian nilai IPO yakni US$ 2,3 miliar, setelah itu Singapura US$ 0,5 miliar, dan Indonesia US$ 0,2 miliar. Sementara itu, tidak ada aktivitas IPO di Myanmar, Filipina, Sri Langka, Maladewa, Kamboja, dan Vietnam pada kuartal I-2020.

Pada semester II-2020, tim riset EY memprediksi akan muncul satu atau dua IPO dengan nilai besar di Asia Tenggara. Adapun aksi Central Retail Corp yang menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah Bursa Efek Thailand bisa menjadi contoh yang bagus. Di Singapura, upaya SGX untuk mempromosikan pasar mereka juga dinilai membuahkan hasil pada kuartal I-2020 dan akan berlanjut di sisa tahun 2020

EY Asia-Pacific IPO Leader Ringo Choi mengatakan, pandemi virus Korona (Covid-19) akan memiliki dampak jangka pendek terhadap aktivitas IPO. “Tapi, dengan kebijakan pemerintah dan stimulus ekonomi di berbagai negara, maka aktivitas IPO harusnya bisa mengalami peningkatan pada kuartal mendatang,” kata dia dalam keterangan resmi yang dikutip Investor Daily, Kamis (2/4).

Sebagai informasi, kawasan Asia Pasifik mencatatkan 160 IPO dengan nilai emisi US$ 16,8 miliar pada kuartal I-2020. Realisasi ini mencerminkan kenaikan 28% secara volume dan 110% secara nilai dibandingkan dengan kuartal I-2019.

Pandemi Korona diakui memiliki dampak luas terhadap ekosistem IPO, pasar keuangan, hingga ekonomi global. Tim riset EY berpendapat, butuh waktu bagi pelaku pasar untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berubah.

Namun, realisasi Maret 2020 dapat membuktikan, perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik tampaknya siap memimpin rebound IPO sepanjang tahun 2020. Berbagai perusahaan di sektor penyedia teknologi 5G, farmasi, dan properti diperkirakan akan meramaikan go public pada 2020.

Emiten Baru BEI

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek (KSEI) per 2 April 2020, PT Aesler Grup Internasional dan PT Cahaya Bintang Medan telah mendapatkan pernyataan efektif IPO dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 1 April 2020.

Aesler Grup menawarkan 250 juta saham dengan harga penawaran Rp 100 per saham. Alhasil, emiten yang bergerak sebagai penyedia jasa arsitek ini berpotensi meraih dana segar hingga Rp 25 miliar.

Perusahaan melangsungkan penawaran umum hingga 3 April 2020 dan menargetkan pencatatan saham perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 April 2020. PT Indo Capital Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Sementara itu, Cahaya Bintang Medan menawarkan 375 juta saham dengan harga penawaran Rp 160 per saham. Dengan demikian, perusahaan yang bergerak di industri pengolahan dan perdagangan furnitur ini bakal memperoleh dana Rp 60 miliar.

Perseroan menggelar masa penawaran umum pada 3-6 April dan target listing 9 April 2020. Pihak yang menjadi underwriter adalah PT Indo Capital Sekuritas dan PT Semesta Indovest Sekuritas.

Dua perusahaan tersebut menambah daftar calon emiten yang melangsungkan IPO pada awal April menjadi tujuh emiten. Adapun lima perusahaan lainnya adalah PT Karya Bersama Anugerah dengan target dana Rp 215 miliar, PT Sejahtera Bintang Abadi Textile sebesar Rp 44,62 miliar, PT Cipta Selera Murni sebesar Rp 36,07 miliar, PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera senilai Rp 156 miliar, dan PT Bhakti Multi Artha senilai Rp 206 miliar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN