Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hindarsih Widyastuti, Senior Manager Treasury Business Bank BRI. Sumber: BSTV

Hindarsih Widyastuti, Senior Manager Treasury Business Bank BRI. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK BRI

Isu Virus Korona Ikut Pengaruhi Pergerakan Rupiah

Gora Kunjana, Kamis, 23 Januari 2020 | 10:06 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi (23/1/2020), bergerak menguat 21 poin atau 0,15% menjadi Rp13.625 per dolar AS dibanding sebelumnya di posisi Rp13.646 per dolar AS.

Hindarsih Widyastuti, Senior Manager Treasury Business Bank BRI dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV di acara IDXOpening Bell, Kamis pagi (23/1/2020) mengatakan, rupiah dibanding akhir 2019 telah menguat 1,61%.

Rupiah. Foto ilustrasi: IST
Rupiah. Foto ilustrasi: IST

Menurut dia, pergerakan rupiah saat ini akan dipengaruhi sejumlah sentimen. Secara global sentimen datang dari kekhawatiran terhadap penyebaran virus Korona.

“Virus ini mengingatkan pasar akan kejadian tahun 2002-2003 tentang wabah SARS yang mengakibatkan penurunan tajam sektor pariwisata di Asia,” katanya saat ditemui di Dealing Room Bank BRI.

Selain itu, lanjut dia, ada sentimen negatif dari Menkeu Steven Mnuchin tentang hubungan dagang AS-Uni Eropa. AS mengancam akan mengenakan tarif impor kepada Italia dan Inggris jika mereka memberlakukan pajak kepada perusahaan multinasional penyedia jasa layanan digital.

“Trump sendiri menyatakan bahwa dia akan mengenakan tariff terhadap Perancis apabila melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Hindarsih Widyastuti, Senior Manager Treasury Business Bank BRI. Sumber: BSTV
Hindarsih Widyastuti, Senior Manager Treasury Business Bank BRI. Sumber: BSTV

Sementara sentimen dari dalam negeri datang dari neraca perdagangan Indonesia yang defisitnya sedikit mengecil. Selain itu pasar menunggu hasil keputusan rapat dewan gubernur Bank Indonesia (RDG BI) hari ini.

Hendarsih mengatakan rupiah akan ada di support 13.570 - 13.600. “Bank Indonesia sendiri yang selalu menjaga kestabilan nilai tukar rupiah, inflasi juga stabil maka ada potensi penurunan suku bunga acuan BI hari ini. Dan itu katalis positif bagi pergerakan rupiah di minggu ini,” katanya.

Ia menambahkan bahwa perekonomian global juga akan memberikan pengaruh kepada pergerakan rupiah. Namun dengan adanya fundamental ekonomi Indonesia yang cukup kuat, di mana cadangan devisa naik, defisit perdagangan turun, ia menilai investor masih akan tertarik untuk menanamkan investasi di Indonesia.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA