Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Keuangan Itama Ranoraya Pratoto Satno Raharjo

Direktur Keuangan Itama Ranoraya Pratoto Satno Raharjo

Itama Ranoraya Bantah Lakukan Revisi Keuangan Secara Diam-diam

Rabu, 13 Januari 2021 | 20:20 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) emiten yang bergerak dibidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions) menyampaikan klarifikasi terkait dengan adanya misinformasi mengenai revisi atas laporan keuangan Perseroan di kuartal II dan kuartal III tahun buku 2020. Klarifikasi ini dilakukan untuk menghindari misleading terhadap pemberitaan yang beredar saat ini.

Direktur Keuangan PT Itama Ranoraya Tbk, Pratoto Raharjo menyampaikan bahwa, pada tanggal 26 November 2020, perseroan telah menyampaikan keterbukaan informasi publik melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait dengan dilakukannya revisi terhadap laporan keuangan unaudited kuartal II dan kuartal III tahun buku 2020.

Tindakan yang dilakukan oleh Perseroan tersebut dikatakannya dilakukan sebagai hasil dari konsultasi Perseroan kepada pihak otoritas pasar modal yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Substansi revisi berupa dikeluarkannya keuntungan (unrealized) kenaikan harga saham hasil buyback dari pos pendapatan lain-lain. Sehingga pasca revisi terjadi perubahan (penurunan) terhadap nilai laba bersih perseroan untuk laba kuartal II dan kuartal III tahun 2020 dibandingkan nilai laba bersih sebelum revisi.

Pratoto menambahkan, langkah revisi tersebut merupakan upaya perbaikan yang dilakukan Perseroan untuk memenuhi standar akutansi yang berlaku, dan untuk proses perbaikannya Perseroan telah melakukan sesuai dengan ketentuan yang ada yang berlaku di pasar modal.

“Dengan implementasi revisi tersebut tersebut, laporan keuangan yang dipublikasikan telah mencerminkan laporan keuangan perusahaan unaudited yang sesuai dengan kaidah yang berlaku,” urai Pratoto dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (13/1/2021).

Lebih jauh hasil dari perubahan laba bersih di kuartal II maupun kuartal III setelah revisi tersebut menurutnya, tidak mempengaruhi target pencapaian Perseroan yang telah disampaikan sebelumnya.

“Perlu kami informasikan kembali, bahwa pada tahun 2020, laba bersih kami tumbuh 70% - 80% dibandingkan laba tahun 2019 yang hanya sebesar Rp33,2 miliar. Jadi tidak ada keterkaitan antara hasil revisi pencatatan dengan realisasi pencapaian kinerja” ungkap Pratoto.

Dia pun menyesalkan adanya upaya untuk memberikan kesan bahwa pelaksanaan revisi terhadap laporan keuangan tersebut dilakukan secara diam-diam. “Kami sudah melakukan kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan tercatat (emiten) dalam hal keterbukaan informasi dan kami juga sudah melaksanakan konsekuensi dari revisi tersebut sesuai dengan ketentuan regulator,” pungkasnya.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN