Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investasi. Foto: Rawpixel (Pixabay)

Investasi. Foto: Rawpixel (Pixabay)

Itama Ranoraya Bidik Rp 150 M dari IPO, Cek Harga dan Jadwalnya

Nabil Al Faruq, Kamis, 12 September 2019 | 18:46 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Itama Ranoraya Tbk menargetkan perolehan dana Rp 126 miliar hingga Rp 150 miliar dari penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) saham. Perseroan menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas dan PT BNI Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Itama Ranoraya akan melepas sebanyak 400 juta saham baru yang merupakan saham biasa atas nama dengan harga penawaran Rp 315 hingga Rp 375 per saham.

Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 11-18 September 2019, pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan pada 27 September 2019, dan masa penawaran umum pada 1-4 Oktober 2019. Sedangkan pencatatan perdana (listing) saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 10 Oktober 2019.

Sesuai rencana, sebanyak 60% dana hasil IPO akan digunakan untuk mengembangkan pusat dan jejaring pemasaran secara bertahap di beberapa kota selama periode 2019-2020.

Direktur Itama Ranoraya Pratoto S Raharjo mengatakan, perseroan akan memperluas kapasitas gudang dan menambahkan jumlah transportasi untuk mengirimkan produk. “Biasanya kami mengirim barang melalui pihak ketiga. Dengan IPO, kami akan mengirim produk kami sendiri. Sebanyak Rp 28 miliar untuk jaringan dan untuk tahun selanjutnya sebesar Rp 10 miliar,” kata dia di Jakarta, Kamis (12/9).

Selain menggunakan dana hasil IPO untuk pengembangan jaringan pemasaran, perseroan juga berencana akan menggunakan sebanyak 40% untuk memperkuat modal kerja perseroan.

Di sisi lain, PT Oneject Indonesia yang masih satu grup dengan perseroan, sedang dalam tahap pembangunan pabrik kedua di Cikarang. “Minggu depan kita akan melakukan pemancangan tiang pertama di Cikarang. Saat ini sudah ada satu pabrik yang beroperasi di Sentul,” kata Direktur Utama Itama Ranoraya Teten W Setiawan.

Menurut Teten, pabrik kedua tersebut akan memiliki kapasitas empat kali lebih besar dibandingkan dengan pabrik yang sudah beroperasi di Sentul, Jawa Barat. Dengan demikian, pabrik di Cikarang akan memiliki jumlah produksi sebesar 1,2 miliar per tahun dibandingkan pabrik pertama yang hanya memproduksi 300 juta per tahun.

Bisnis perseroan berfokus pada bidang perdangangan dan distiribusi alat kesehatan. Perseroan mendistribusikan beberapa perangkat medis, seperti Oneject Auto Disable Syringe (ADS), Abbott DiagnostikTerumo BCT, dan Ortho Clinical Diagnostic.

Pratoto Raharjo menambahkan, saat ini produk suntikan sekali pakai (Oneject Auto Disable Syringe/ADS) mendominasi dari pasar imunisasi, karena suntikan tersebut bisa dibilang aman dan tidak akan tercampur oleh darah lain. Kemudian, kontribusi yang paling banyak didapatkan dari produk perseroan sampai saat ini adalah jarum suntik dan abbot diagnostic (pendeteksi darah).

“Kami sangat yakin dengan IPO ini, apalagi di pasar modal itu belum ada perusahaan yang sama persis bisnisnya, mungkin di industri farmasi ada, tapi yang fokus di alat kesehatan seperti jarum suntik itu belum ada. Jadi potensi kedepannya sangat besar,” ujar Pratoto.

Saat ini, perseroan sudah memperoleh pencapaian melalui kerja sama dengan pemerintah, seperti pengadaan alat suntik dan reagensia screening darah untuk Palang Merah Indonesia (PMI), memenuhi kebutuhan ADS untuk BKKBN Dinas Kesehatan Daerah, rumah sakit, puskesmas, dan apotek, serta memenuhi kebutuhan bahan habis pakai Terumo BCT di klinik spesialis.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN