Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Itama Ranoraya Tbk

Itama Ranoraya Tbk

KEBUTUHAN VAKSINASI MASIH TINGGI,

Itama Ranoraya Incar Pertumbuhan Pendapatan hingga 130%

Kamis, 16 Desember 2021 | 11:00 WIB
Muhammad Ghafuyr Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) menargetkan pertumbuhan pendapatan usaha mencapai 130% pada tahun 2022 mendatang. Sejalan, dengan tingginya kebutuhan produk perseroan untuk vaksinasi dan kebutuhan alat kesehatan lainya.

Direktur Utama Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif menjelaskan, tahun depan perseroan memproyeksikan permintaan produk-produk pandemi seperti rapid test atau jarum suntik masih akan tinggi. Terlebih, pemerintah juga berencana melakukan booster vaksinasi yang akan menopang pertumbuhan permintaan perseroan.

“Salah satu contohnya yakni pengetatan perjalanan dari dan menuju luar negeri pada akhir tahun 2021. Tahun berikutnya, pemberian vaksin ini bisa saja jadi kegiatan yang rutin, bahkan pada anak baru lahir sekalipun,” jelasnya dalam paparan publik virtual, belum lama ini.

Heru menambahkan, booster vaksinasi  yang sebelumnya disebutkan juga akan menopang permintaan jarum suntik yang disuplai oleh Oneject dan didistribusikan oleh perseroan. Bahkan, perseroan memproyeksikan permintaan jarum suntik itu akan sama jumlahnya dengan tahun 2021.

“Maka dari itu, kami masih fokus dalam melanjutkan proses akuisisi PT Oneject Indonesia sebagai produsen alat suntik Auto Disable Syringe (ADS),” ujarnya.

Untuk diketahui, dalam aksi korporasi tersebut, perseroan menganggarkan dana hingga Rp 300 miliar pada tahun ini. Setelah rampung, IRRA akan menguasai sebanyak 51% saham dari Oneject Indonesia. Transaksi itu dilakukan dalam dua tahap, pertama dengan pembayaran sebanyak Rp 198,8 miliar dan sisanya masih dalam proses.

“Proses kami perkirakan selesai pada semester pertama 2022, sehingga tahun depan kami sudah bisa memasukan Oneject pada laporan keuangan,” kata dia.

Menurut Heru, pasca akuisisi perseroan akan bertransformasi menjadi perusahaan yang juga memproduksi alat-alat kesehatan sehingga menambah portofolio bisnisnya. Oneject Indonesia sendiri menjadi perusahaan produsen jarum suntik terbesar di Asia, diharapkan akuisisi akan menopang pertumbuhan pendapatan lebih tinggi dari sebelumnya.

Berdasarkan arsip Investor Daily, emiten yang bergerak dibidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions), mendapatkan kontrak pengadaan sebanyak 88,7 juta jarum suntik Auto Disable Syringe (ADS).

Dengan tambahan kontrak itu, perseroan telah membukukan kontrak penyediaan jarum suntik untuk program vaksinasi pemerintah mencapai 141 juta jarum suntik ADS hingga awal Desember tahun ini.

Penjualan jarum suntik tersebut terdiri atas 52,5 juta ADS untuk ukuran 0,3 ml yang diperoleh pada Oktober dan 88,7 juta ADS untuk ukuran 0,5 ml yang diperoleh awal Desember ini. Perolehan kontrak 141 juta jarum suntik ADS tersebut membuat realisasi penjualan jarum suntik ADS perseroan menjadi 169 juta sampai awal Desember 2021.

Sementara itu, hingga kuartal III-2021, Itama Ranoraya membukukan pendapatan usaha sebanyak Rp 1,08 atau melesat 670%. Sebagian besar pertumbuhan, yakni 84% disumbang oleh sektor rapid test. Raihan positif ini berhasil mengangkat laba bersih sebanyak 840% menjadi Rp 84,92 miliar.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN