Menu
Sign in
@ Contact
Search
Public Expose 2022 PT Itama Ranoraya Tbk. ( Foto: Istimewa )

Public Expose 2022 PT Itama Ranoraya Tbk. ( Foto: Istimewa )

Itama Ranoraya Proyeksikan Pendapatan Rp 763,6 Miliar pada 2022

Jumat, 2 Des 2022 | 07:30 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Kinerja keuangan PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) pada 2022 secara total mengalami penurunan karena pendapatan dari kegiatan membantu pemerintah mengatasi Covid-19 tidak ada lagi, sehingga perusahaan diproyeksikan memperoleh pendapatan Rp 763,6 miliar.

Catatan ini lebih rendah dibandingkan kinerja 2021 ketika terjadi lonjakan signifikan akibat adanya kontribusi pendapatan dari keterlibatan perusahaan dalam membantu pemerintah mengatasi kondisi situasional, dan genting di dalam negeri yang disebabkan pandemi Covid-19.

Pada 2021, total pendapatan IRRA mencapai Rp 1,320 triliun. Angka ini di antaranya berasal dari pendapatan normal sebesar Rp 615 miliar. Sedangkan laba bersihnya mencapai Rp 112,38 miliar.

Baca Juga: Cara Itama Ranoraya (IRRA) Maksimalkan Kinerja

Advertisement

Dalam penjelasan Direktur Keuangan Nanan Meinanta F Lasahido, kinerja pendapatan PT Itama Ranoraya Tbk tetap mengalami pertumbuhan berkelanjutan (sustainable growth). Pasalnya, hingga September 2022 pendapatan perusahaan telah mencapai Rp 554,6 miliar dan diproyeksikan tahun ini perusahaan mampu meraup pendapatan 24% lebih besar dari pendapatan 2021 tanpa adanya tambahan dari keterlibatan perusahaan membantu pemerintah dalam kasus pandemi Covid-19, yang mencapai Rp 615 miliar. Sedangkan laba sebelum pajak diperkirakan mencapai 7,9% dari proyeksi penjualan tahun berjalan.

“Sementara jika dibandingkan pada 2020, di mana pendapatan mencapai Rp 563,9 miliar, perolehan pendapatan perusahaan untuk 2022 mengalami kenaikan sekitar 35%,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Kamis (1/12).

Pada tahun ini, perusahaan juga mendapatkan fasilitas pembiayaan bank berupa perpanjangan sekaligus peningkatan fasilitas pembiayaan Bank Danamon dari Rp 300 miliar (untuk 2021) menjadi Rp 450 miliar (untuk 2022).

Baca Juga: Itama Ranoraya (IRRA) Batal Promosi ke Papan Utama

Selain itu, perusahaan mendapatkan fasilitas pembiayaan dari Bank UOB senilai Rp150 miliar berupa Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi yang efektif per 1 Oktober 2022.

Sebagai perusahaan publik di bidang kesehatan yang bergerak mengedepankan peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi sejak awal 2000, IRRA telah memberikan kontribusi besar dalam membantu pemerintah mengatasi keadaan situasional dan kondisional saat merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Kontribusi PT Itama Ranoraya Tbk dalam membantu pemerintah mengatasi masa genting dengan menyediakan peralatan kesehatan yang dibutuhkan untuk mengatasi pandemi Covid-19 itu berdampak adanya peningkatan signifikan pada kinerja keuangan perusahaan pada 2021,” tutur Direktur Utama Heru Firdausi Syarif.

Baca Juga: Itama Ranoraya Optimistis Kinerja Keuangan 2022 Tetap Positif

Heru menambahkan, kontribusi PT Itama Ranoraya Tbk dan perusahaan lainnya ikut memberikan andil bagi keberhasilan pemerintah dalam mengatasi wabah Covid-19 yang ditandai dengan melandainya kasus Covid-19 di Indonesia.

Tetapi, penurunan kasus Covid-19 juga dapat dilihat dengan tidak adanya lagi tambahan pendapatan dari kegiatan itu pada kinerja keuangan perusahaan di tahun ini

Melandainya kinerja keuangan di 2022 turut dialami semua perusahaan yang bergerak dalam sektor usaha yang sama seperti PT Itama Ranoraya, yakni sebagai penyedia alat-alat kesehatan.

Baca Juga: IRRA dan Oneject Berkontribusi Aktif dalam Program BIAS

Meski demikian, analis saham dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai emiten di sektor kesehatan masih memiliki fundamental yang kuat sehingga harga sahamnya masih berpeluang meningkat.

Walaupun pandemi Covid-19 mulai melandai, tutur Herditya, pendapatan emiten-emiten di sektor kesehatan masih cukup bagus seiring dengan makin tinggginya tingkat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

Menurut dia, potensi kenaikan harga saham emiten-emiten di sektor kesehatan di lantai bursa juga masih bisa terjadi hingga awal 2023. Indeks saham sektor kesehatan dapat meningkat ke posisi antara 1.535 hingga 1.560.

Program ke Depan

Terkait tahun depan, Nanan mengungkapkan bahwa PT Itama Ranoraya Tbk terus mempertahankan pertumbuhan berkelanjutan agar lebih baik lagi dari kinerja yang dicapai perusahaan pada 2022.

“Guna meningkatkan pendapatan, perusahaan terus melakukan diversifikasi produk dengan menambah jumlah prinsipal dan mengembangkan Stock Keeping Unit (SKU) dari prinsipal-prinsipal yang telah ada dan yang baru melakukan kerjasama di semester kedua 2022,” papar Nanan.

Baca Juga: IRRA Dapat Kucuran Kredit Rp 450 M dari Bank Danamon

Selain itu, PT Itama Ranoraya Tbk juga bakal meningkatkan kerjasama dengan pabrikan guna meningkatkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dari produk-produk yang dijual ke pasar.

“Hal ini merupakan bukti nyata dari PT Itama Ranoraya Tbk dalam mendukung program pemerintah bagi peningkatan kandungan lokal terhadap produk-produk yang dijual di dalam negeri dan luar negeri,” jelas Nanan.

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com