Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirut Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif

Dirut Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif

Itama Ranoraya Raih Kontrak Penjualan 50 Juta Jarum Suntik ADS dari Kemenkes

Minggu, 29 Agustus 2021 | 20:26 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id –  PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), emiten yang bergerak di bidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions), mendapatkan kontrak pembelian dan pendistribusian sebanyak 50 juta jarum suntik auto disable syringe (ADS) dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) untuk program vaksinasi pemerintah.

Perseroan ditunjuk untuk menyediakan dan mendistribusikan produk jarum suntik ADS berukuran khusus 0,3 ml, berbeda dengan produk jarum suntik ADS yang digunakan untuk vaksin lainnya, seperti Asta Zeneca, Sinovac maupun Moderna berukuran 0,5 ml. Penandatanganan kontrak pernjanjian jual dan beli (sales and purchase agreement/SPA) dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tlah digelar pada 19 Agustus 2021.

Jarum suntik ADS berukuran 0,3 ml tersebut nantinya diperuntukkan untuk vaksin Pfizer/BioNTech yang merupakan vaksin Covid-19 hasil kerjasama produksi antara Pfizer Inc perusahaan farmasi asal Amerika dan BioNTech perusahaan bioteknologi asal Jerman. Dalam pasar jarum suntik global, ukuran 0,3 ml merupakan produk yang belum banyak tersedia di pasar. Nantinya jarum suntuk yang dipasarkan berasal dari produksi PT Oneject Indonesia (sister company) .

Direktur Utama Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif mengungkapkan, kontrak tersebut merupakan raihan kontrak pertama tahun ini dari Kemenkes untuk program vaksinasi Covid-19. Semenjak tahun lalu, penjualan untuk jarum suntik ADS tumbuh pesat dipicu pandemi Covid-19. Sebelum pandemi faktor pendorong penjualan jarum suntik dipengaruhi atas peralihan penggunaan jarum suntik konvensional (Non-ADS) ke jarum suntik ADS

“Kami bersyukur Oneject bisa memenuhi permintaan dengan cepat produksi jarum suntik ADS ukuran 0,3 ml, meski belum banyak diproduksi di Tanah Air. Kemampuan tersebut menunjukan teknologi produksi yang dimiliki sister company tersebut sudah sangat mempuni untuk bisa memenuhi permintaan global untuk kebutuhan dengan standarisasi WHO,”terang Heru.

Dia menambahkan, alat suntik ADS perseroan merupakan produk alat suntik yang sudah berstandar WHO dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 60%. Produk alat suntik ADS kini menjadi produk wajib standard WHO untuk program vaksinasi dan imunisasi termasuk vaksinasi Covid-19.

Tahun ini, kontribusi untuk pembelian produk ADS masih didominasi oleh pembelian dari pemerintah, baik kebutuhan program vaksinasi Covid-19 dan imunisasi. Sementara untuk pembelian dari non-pemerintah mulai menunjukkan pertumbuhan signifikan tahun ini. Kenaikan didukung adanya peralihan penggunaan jarum suntik non-ADS ke jarum suntik ADS.

“Potensi peralihan ini tergolong besar, jika melihat penggunaan jarum suntik ADS di medis baru mencapai 20%, artinya 80% jarum suntik yang digunakan oleh Medis masih menggunakan jarum suntik Non-ADS,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Itama Ranoraya Hendry Herman mengatakan, potensi konsumen jarum suntik ADS tergolong besar dalam jangka panjang yang datang dari rumah sakit– rumah sakit, klinik, dan Laboratorium swasta. Apalagi dengan kampanye global WHO untuk penggunaan jarum suntik aman dalam dunia medis dan komitmen pemerintah terhadap penggunaan produk lokal untuk kebutuhan dalam negeri.

Kapasitas Pabrik

Oneject kini memiliki kapasitas pabrik jarum suntik mencapai 600 juta jarum suntik per tahun. Volume tersebut dtargetkan meningkat menjadi 1,2 miliar per tahun pada paruh kedua 2021. Target tersebut jauh lebih cepat, dibandingkan rencana semula dicapai pada 2024.

“Ketersedian jarum suntik dalam program pengadaan vaksin menjadi sesuatu yang sangat penting. Untuk itu, kami akan mendukung program tersebut melalui percepatan produksi dan kesiapan distribusi keseluruh daerah-daerah. Kami juga menyiapkan peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi untuk pencegahan dan pengobatan Covid-19,” ungkap Heru.(hut)

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN