Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vice President Treasury Business Bank BRI Itang Rusdinar. Sumber: BSTV

Vice President Treasury Business Bank BRI Itang Rusdinar. Sumber: BSTV

LAPORAN DARI DEALING ROOM BANK BRI

Itang: Penguatan Rupiah Tunjukkan Kepercayaan Investor Mulai Pulih

Gora Kunjana, Kamis, 3 Oktober 2019 | 09:54 WIB

JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi (3/10/2019)  bergerak menguat tipis sebesar satu poin atau 0,01% menjadi Rp14.194 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.195 per dolar AS.

Vice President Treasury Business Bank BRI Itang Rusdinar dalam wawancaranya dengan BeritasatuTV di Dealing Room Bank BRI di Jakarta, Kamis (26/9/2019) memperkirakan rupiah hari ini cenderung lebih menguat dibanding hari sebelumnya.

Rupiah Menguat
Ilustrasi: Petugas menata tumpukan uang di Jakarta, Rabu (22/10). Foto:  BeritaSatu Photo/Joanito de Saojoao

Menurut dia, ada beberapa data yang cukup menunjang pengauatan rupiah. Pertama, isu-isu global seperti data Amerika Serikat dimana kemarin data PMI infrastruktur manufaktur AS mengalami kontraksi. Semalam data EDP employment juga di bawah ekspektasi pasar.

“Ini membawa cukup bagus buat rupiah di mana rupiah dibuka menguat di level 14.195. Penguatan ini juga menunjukkan bahwa investor mulai percaya kembali pada rupiah,” katanya.

Secara teknikal, lanjut Itang, rupiah hari ini akan berada di titik supportnya di 14.150-an, dan resistance-nya di 14.230-an. Kelihatannya rupiah masih akan ditransaksikan di level ini.

“Awal pekan lalu rupiah sempat diperdagangkan di atas 14.200-an karena persepsi pasar terganggu aksi demo. Tapi hari ini sudah lebih bagus, akhirnya investor atau pelaku pasar akan kembali melihat ke kondisi ekonomi Indonesia itu seperti apa. Kemarin rilis data inflasi Indonesia masih terkendali, ini menunjukkan ekonomi Indonesia masih bagus,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Itang, investor masih melihat spread yield antara Indonesia dengan US Treasury yield juga masih terjaga di level 500.  “Jadi sebenarnya investor masih sangat nyaman untuk berinvestasi di Indonesia. Tinggal wait and see saja, kondisi global dan kondisi dalam negeri,” ucap Itang.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN