Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Jababeka. Foto: PT Jababeka Tbk (KIJA)

Ilustrasi Jababeka. Foto: PT Jababeka Tbk (KIJA)

TIDAK DISTUJUI PIHAK KETIGA

Jababeka Anulir Pengangkatan Dirut dan Komisaris Baru

Rabu, 17 Juli 2019 | 22:41 WIB

JAKARTA, Investor.id – PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) menganulir keputusan perubahan susunan direksi dan komisaris hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) pada 26 Juni 2019. Hal ini dipicu atas penolakan pihak ketiga, termasuk kreditur perseroan.

Keputusan RUPST Jababeka pada 16 Juni 2019 menyebutkan bahwa perubahan susunan direksi dan komisaris perseroan dilakukan secara bersyarat, yaitu bergantung pada persetujuan pihak ketiga, termasuk kreditur perseroan.

“Oleh karena itu, pengangkatan jabatan direksi dan komisaris perseroan tidak berlaku efektif, apabila tidak ada persetujuan dari pihak ketiga, termasuk kreditur perseroan,” tulis Corporate Secretary Jababeka Budianto Liman melalui penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (17/7).

Penolakan keputusan perubahan susunan direksi dan komisaris perseroan tersebut didasarkan adanya surat penolakan dari sejumlah pihak ketiga, seperti PT Grha Kreasindo Utama, PT Grahabuana Cikarang, dan PT Praja Vita Mulia.

Grha Kreasindo selaku kontraktor proyek di Morotai milik Jababeka melalui surat penolakannya menyebutkan bahwa perubahan pengurusan direksi dan komisaris perseroan bisa berakibat terhadap gagalnya pembayaran proyek. Oleh karena itu, Grha Kreasindo menyatakan keberatan dan penolakan susunan direksi dan komisaris Jababeka.

Grahabuana Cikarang, selaku anak usaha Jababeka, jugamenyatakan keberatan perubahan susunan direksi dan komisaris perseroan. Dalam surat penolakannya disebutkan bahwa perubahan tersebut bisa berdampak terhadap anak-anak usaha perseroan.

Sedangkan Praja Vita selaku kontraktor Jababeka juga menolak keputusan RUPST Jababeka terkait perubahan manajemen. Pihaknya beranggapan bahwa perubahan bisa berakibat terhadap kesinambungan dan kestabilan usaha Jababeka, sehingga berakibat buruk terhadap kontraktor.

Penolakan tersebut membuat susunan direksi dan komisaris perseroan dikembalikan sesuai dengan hasil RUPST Jababeka pada 31 Mei 2018 dengan menempatkan Tedjo Budianti Liman sebagai direktur utama dan Setyono Djuandi Darmono sebagai komisaris utama. (hut)

 


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN