Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja. Foto: Investor Daily/Nida Sahara.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja. Foto: Investor Daily/Nida Sahara.

Jangkau Investor Milenial, BCA bakal 'Stock Split' 1:5

Jumat, 30 Juli 2021 | 17:20 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berencana melakukan pemecahan nilai saham (stock split) sebesar satu banding lima (1:5) pada Oktober 2021. Aksi korporasi ini dilakukan untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada para investor ritel, khususnya milenial, untuk berinvestasi di saham emiten bersandi BBCA tersebut.

"Sebagai bagian dari anggota bursa, kami juga berkomitmen mendorong perkembangan pasar modal Tanah Air. Maka perusahaan memutuskan untuk melakukan stock split guna memberikan kesempatan yang lebih luas kepada para investor ritel untuk berinvestasi di saham BCA," tutur Presiden Direktur BCA, Jahja Setiaatmadja di Jakarta, Jumat (30/7).

Menurut Jahja, untuk mengegolkan rencana stock split, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 23 September 2021. “Setelah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham, kami akan berkoordinasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memproses stock split yang diperkirakan terlaksana pada Oktober 2021,” ujar  Jahja.

Jahja menjelaskan, rapat direksi dan komisaris BCA pada 29 Juli 2021 telah menyetujui aksi korporasi stock split dengan rasio 1:5 (satu saham lama menjadi lima saham baru). Nilai nominal per unit saham BBCA saat ini adalah Rp 62,50, sedangkan nilai nominal per unit saham BBCA setelah stock split menjadi Rp 12,5.  

"Melalui aksi korporasi stock split ini, kami berharap harga saham BBCA lebih terjangkau bagi para investor ritel, utamanya demografi investor muda yang saat ini aktif meramaikan bursa. Hal ini juga sebagai bentuk dukungan kami untuk meningkatkan likuiditas perdagangan di pasar modal domestik,"  papar dia.

Berdasarkan data BEI, pada perdagangan hari ini (Jumat, 30/7), saham BBCA ditutup di level Rp 29.850, melemah 1,1%. BBCA masih menjadi pemuncak market cap  di BEI dengan nilai Rp 728,5 triliun.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN