Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi jalan tol. Foto: dok. Investor Daily

Ilustrasi jalan tol. Foto: dok. Investor Daily

Jasa Marga Anggarkan Investasi Hingga Rp 20 Triliun

Farid Firdaus, Rabu, 6 November 2019 | 10:03 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menyiapkan dana sebesar Rp 10-20 triliun untuk pembayaran proyek turnkey jalan tol pada tahun depan. Sejumlah sumber pendanaan mulai dirancang, dari penerbitan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) syariah, pinjaman bank, hingga divestasi ruas jalan tol.

Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto mengatakan, sebanyak 70% dari anggaran pembayaran turnkey sudah dipenuhi dari pinjaman bank. Dengan demikian, perseroan hanya fokus memenuhi sisa 30% dari ekuitas.

“Kami menyebut anggaran investasi karena proyeknya sudah jadi dan tinggal dibayarkan kepada kontraktor. Dari 30% porsi ekuitas, kami mencari kurang dari Rp 10 triliun,” jelas Eka di Jakarta, Selasa (5/11).

Pada kesempatan sama, Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal mengatakan, perseroan menjajaki penerbitan KIK-EBA syariah pertama di Indonesia dengan underlying jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Perseroan sedang berdiskusi dengan sekuritas yang akan menangani aksi penerbitan dan menjalani proses pemeringkatan. Namun, perseroan belum mengajukan rencana ini ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perseroan, lanjut Donny, juga belum menentukan secara spesifik berapa dana yang bisa diraih dari KIK-EBA, karena tergantung dari permintaan investor. Namun, perseroan berharap mampu menghimpun dana sekitar Rp 2 triliun.

Semula, Jasa Marga juga sempat mempertimbangkan penerbitan zero coupon bond. Menurut Donny, rencana ini belum menjadi pilihan dalam waktu dekat lantaran pricing obligasi tersebut cenderung mahal.

Sementara itu, China Communications Construction Co melalui PT China Communications Construction Indonesia (CCCI) tengah melakukan uji kelaikan atau due diligence untuk mengakuisisi sebagian saham PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi. CCCI berkomitmen menyiapkan dana akuisisi hingga Rp 23 triliun.

Sebagai informasi, tol Probolinggo-Banyuwangi merupakan bagian akhir dari jaringan tol Trans Jawa. Saat ini, kepemilikan Jasa Marga pada konsesi tersebut sebesar 95%, PT Brantas Abipraya 4,9%, dan PT Waskita Toll Road 0,1%.

“Jasa Marga belum menentukan valuasi, karena CCCI juga masih due diligence. Tapi, kami inginnya tetap menjadi pemegang saham mayoritas minium 51%,” jelas Donny.

Penyelesaian Proyek

Perseroan menargetkan sejumlah proyek jalan tol akan selesai pada tahun ini. Salah satunya jalan layang Jakarta-Cikampek II yang bakal difungsikan pada Desember 2019. Pekerjaan ruas jalan tol sepanjang 36,40 kilometer (km) tersebut telah mencapai 98,68%.

Selanjutnya, terdapat proyek jalan tol Pandaan-Malang seksi Singosari-Malang yang progress kosntruksinya mencapai 97,76%, tol Balikpapan-Samarinda telah 96,91%, dan jalan tol Serpong-Kunciran yang sudah 100%.

Hingga kuartal III-2019, Jasa Marga berhasil mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.041 km dengan penambahan panjang jalan tol baru pada 2019 sepanjang 41,46 km.

Tercatat, ruas tol yang beroperasi sejak tahun lalu antara lain Medan Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi VII (Sei Rampah-Tebing Tinggi) sepanjang 9,26 Km, dan Pandaan Malang Seksi Pandaan-Singosari sepanjang 30,6 Km, serta Gempol-Pandaan sepanjang 1,6 km.

Jasa Marga berhasil mencatat EBITDA operasional yang solid sebesar Rp 5 triliun pada kuartal III-2019, tumbuh sebesar 16,9% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 4,28 triliun.

Menurut Donny, kinerja postif tersebut dipertahankan dengan melakukan efisiensi pada beban usaha serta peningkatan pendapatan usaha di luar konstruksi. “Sehingga berdampak positif pada kenaikan margin EBITDA sebesar 62,9%, lebih tinggi dari Kuartal III tahun 2018, yaitu sebesar 60,1%,” kata dia.

Untuk pendapatan usaha di luar konstruksi, Jasa Marga mencatat sebesar Rp7,96 triliun atau meningkat 11,6% dari kuartal III-2018. Pertumbuhan ditopang dari kontribusi pendapatan tol sebesar Rp 7,36 triliun, yang tumbuh sebesar 10,9% dibandingkan kuartal III-2018.

Dari total pendapatan tol tersebut, kontribusi pendapatan tol di ruas-ruas yang dioperasikan oleh anak usaha perseroan yaitu sebesar 17,5% hingga kuartal III-2019, tumbuh dibandingkan kontribusi pada periode sama tahun lalu yang sebesar 13,8%.

Kenaikan kontribusi tersebut merupakan dampak dari pengoperasian jalan tol baru dan kesuksesan perseroan dalam menyambungkan jaringan jalan tol Trans Jawa pada akhir tahun 2018.  Pembangunan ruas-ruas jalan tol baru telah menyumbang pertumbuhan aset dari sisi hak pengusahaan jalan tol perseroan sehingga total aset perseroan pada kuartal III-2019 tercatat sebesar Rp 94,27 triliun atau tumbuh sebesar 14,4% dari tahun 2018.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA