Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Jasa Marga Tbk.

PT Jasa Marga Tbk.

Jasa Marga Jajaki Penerbitan KIK-EBA dan Dinfra

Gita Rossiana, Rabu, 16 Oktober 2019 | 18:12 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mengkaji dua opsi pendanaan dari pasar modal, yakni Kontrak Investasi Kolektif (KIK) Efek Beragun Aset (EBA) dan KIK Dana Investasi Infrastruktur (Dinfra). Opsi pendanaan ini akan dieksekusi sebelum akhir 2019.

Direktur PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) Endang Astharanti mengatakan, pihaknya membantu Jasa Marga dalam mengembangkan kedua produk tersebut. Saat ini, pihaknya masih dalam tahap sosialisasi, sehingga belum bisa menjelaskan target dana dari instrumen tersebut. "Kami gather demand dulu," kata dia kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (16/10).

Adapun untuk aset dasar (underlying) dari produk tersebut adalah ruas tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) untuk KIK EBA syariah."Kalau untuk Dinfra, tidak terbitkan produk baru, tapi fund raising untuk kebutuhan pengembangan," kata dia.

Sementara itu, Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto juga membenarkan rencana tersebut. Dia mengatakan, pihaknya membuka peluang untuk menerbitkan segala instrumen keuangan yang cocok dengan bisnis jalan tol. "Ada beberapa wacana untuk menerbitkan produk capital market, tapi semua masih dalam proses perizinan," kata dia.

Pada April lalu, perseroan menggandeng Mandiri Manajemen Investasi dalam penerbitan KIK-Dinfra bertajuk Toll Road Mandiri-001 senilai Rp 1 triliun. Perseroan memilih jalan tol Gempol-Pandaan sebagai aset dasar KIK Dinfra. Jalan tol ini menghubungkan ruas tol Surabaya-Gempol dan ruas tol Pandaan-Malang yang memiliki konsesi selama 37 tahun dan telah beroperasi sejak 2015.

Dalam skema pembiayaan ini, investor akan menempatkan dana pada KIK Dinfra yang nantinya akan dikelola oleh manajer investasi dalam bentuk Unit Penyertaan KIK Dinfra, Selanjutnya, dana tersebut akan digunakan manajer investasi untuk membeli saham PT Jasamarga Pandaan Tol sebagai pemilik konsesi ruas jalan tol Gempol-Pandaan.

Sementara sebelumnya, Jasa Marga melalui PT Jasa Marga Pandaan Tol juga menerbitkan sukuk ijarah jangka menengah senilai Rp 785 miliar. Jasa Marga Pandaan Tol menawarkan sukuk ijarah dalam dua seri. Seri A senilai Rp 100 miliar dengan cicilan imbalan ijarah 8,5% dan tenor 3 tahun. Sementara seri B senilai Rp 685 miliar dengan cicilan imbalan ijarah 9,00% dan memiliki tenor lima tahun.

PT Mandiri Sekuritas dan PT Bahana Sekuritas bertindak sebagai arranger penerbitan sukuk Jasa Marga Pandaan Tol. Sementara PT Bank Mega Tbk menjadi agen pemantau.

Sebagai informasi, komposisi pemegang saham Jasa Marga Pandaan Tol adalah 92,2% dikuasai Jasa Marga dan 7,8% digenggam oleh PT Jalan Tol Kabupaten Pasuruan. Perusahaan ini merupakan pengelola ruas jalan tol Gempol- Pandaan sepanjang 13,61 kilometer. Total biaya investasi ruas ini mencapai Rp 1,47 triliun, dan memiliki masa konsesi selama periode 2012-2049.

Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Rp 27 triliun. Jasa Marga fokus menyerap capex untuk menyelesaikan sekitar lima ruas jalan tol baru, yakni Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 seperti Cinere-Serpong dan Serpong-Kunciran. Selanjutnya, perseroan juga menggarap ruas tol Jakarta-Cikampek layang atau elevated, Balikpapan-Samarinda, Manado-Bitung dan Pandaan-Malang. 

Jasa Marga tercatat telah mengoperasikan total 1.000 km jalan tol. Dari total 944 km Tol Trans Jawa yang telah beroperasi, Jasa Marga mengoperasikan 584 km atau sebesar 62% dari total panjang Tol Trans Jawa saat ini.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA