Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tol Jasa Marga.

Tol Jasa Marga.

Jasa Marga Raih Rp 560 Miliar dari 'Commercial Paper'

Selasa, 13 Oktober 2020 | 10:49 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mengantongi dana segar Rp 560 miliar dari penerbitan surat berharga komersial (SBK) atau commercial paper. Perseroan memastikan likuiditas kas tetap terjaga dengan ketersediaan standby loan lebih dari Rp 5 triliun untuk modal kerja maupun ekspansi.

Corporate Finance Group Head Jasa Marga Eka Setya Adrianto mengatakan, karena commercial paper merupakan instrumen baru pasar uang, pihaknya menilai hasil penerbitan sudah mencukupi kebutuhan perseroan. Sebelumnya, perseroan menargetkan penggalangan dana dari commercial paper sekitar Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun.

Berdasarkan prospektus, pembayaran dari investor ke Jasa Marga serta distribusi secara elektronik di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dijadwalkan pada 14 Oktober. “Untuk SBK cukup tahun ini, kalaupun ada penerbitan lagi, kita lihat pada tahun depan,” jelas Eka kepada Investor Daily, Senin (12/10).

Jasa Marga menerbitkan SBK dengan skema bunga diskonto sebesar 6%-7% per tahun. Sementara jatuh tempo selama 12 bulan dan SBK mendapat peringkat A1+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). PT BNI Sekuritas bertindak sebagai penata laksana penerbitan SBK.

Eka menambahkan, prinsipnya dana hasil penerbitan akan digunakan untuk segala kebutuhan perusaahan. Pihaknya tetap membuka peluang untuk menerbitkan produk lain di pasar surat utang sebagai alternatif sumber pendanaan ekspansi, jika pricing dinilai menarik. Kalaupun belum ada, perseroan hanya mengandalkan pinjaman bank pada sisa tahun ini.

Saat ini, lanjut Eka, perseroan memiliki standby loan di atas Rp 5 triliun. Pihaknya masih menghitung realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) yang telah diserap hingga kuartal III-2020. Namun, perseroan setidaknya telah menghabiskan capex sebesar Rp 16 triliun hingga Juni 2020.

Sebagai informasi, Jasa Marga terbilang konsisten menggalang dana dari pasar surat utang. September lalu, perseroan menuntaskan penerbitan obligasi senilai Rp 2 triliun sebagai strategi memperkuat modal. Aksi ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) di tengah ramainya kompetisi penerbitan obligasi korporasi pada awal September lalu.

Permintaan yang masuk untuk Obligasi Berkelanjutan II Jasa Marga Tahap I Tahun 2020 mencapai Rp 2,7 triliun. Jumlah itu melebihi nilai yang ditawarkan sebanyak Rp 2 triliun. Perseroan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk modal kerja, di antaranya namun tidak terbatas pada pemeliharaan jalan tol, serta peningkatan fasilitas dan sarana penunjang jalan tol.

Prospek Saham

Sementara itu, sejumlah analis memperkirakan kinerja keuangan Jasa Marga sesuai harapan tahun ini, meskipun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sempat memberlakukan pengetatan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada 14 September-11 Oktober. Kebijakan tersebut ternyata tidak berdampak besar terhadap trafik jalan tol perseroan berdasarkan hasil perhitungan selama sepekan penerapan.

Analis Danareksa Sekuritas Maria Renata mengungkapkan, realisasi trafik tol perseroan mencapai 81,3% dari total trafik new normal, bahkan hanya turun berkisar 10%. Realisasi tersebut lebih baik dari perkiraan semula dengan penurunan hingga 30%. “Saham JSMR dipertahankan dengan rekomendasi beli dan target harga Rp 5.200. Target tersebut juga mempertimbangkan realisasi kinerja keuangan yang masih sesuai ekspektasi,” tulis dia dalam risetnya.

Maria memperkirakan laba bersih Jasa Marga tahun ini turun menjadi Rp 838 miliar dan diharapkan melonjak menjadi Rp 1,85 triliun pada 2021, dibandingkan tahun 2019 senilai Rp 2,2 triliun. Pendapatan perseroan juga diperkirakan turun menjadi Rp 10,6 triliun tahun ini, sedangkan tahun depan ditargetkan naik menjadi Rp 13,03 triliun. Adapun pendapatan tahun 2019 senilai Rp 10,98 triliun.

Sementara itu, analis CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Michael Audie Benas dan Aurelia Barus dalam risetnya, mengungkapkan bahwa kinerja keuangan Jasa Marga terpengaruh oleh penundaan kenaikan tarif ruas tol, khususnya ruas tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi) dan Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang), menjadi tahun depan. Sedangkan pengoperasian empat ruas tol baru sejak Juni lalu atau lebih cepat dari ekspektasi semula menjadi sentimen positif, termasuk rencana integrasi pembayaran ruas tol Jakarta-Cikampek Layang dengan ruas non-layang pada kuartal IV-2020.

Sejumlah faktor tersebut mendorong CGS-CIMB Sekuritas memangkas target pendapatan Jasa Marga tahun ini dari Rp 10,52 triliun menjadi Rp 9,29 triliun. Begitu juga dengan proyeksi laba bersih direvisi turun dari Rp 1,03 triliun menjadi Rp 318 miliar. Revisi turun target kinerja keuangan tersebut mendorong CGS-CIMB Sekuritas memangkas target harga saham JSMR dari Rp 5.600 menjadi Rp 4.900.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN