Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jasa Marga.

Jasa Marga.

Jasa Marga Segera Bayar Waskita dan Acset Rp 11,6 Triliun

Farid Firdaus, Senin, 9 Desember 2019 | 21:25 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) melakukan finalisasi proses pembayaran ongkos konstruksi jalan tol layang Jakarta-Cikampek II yang mencapai Rp 11,67 triliun. Pencairan dana proyek ini bakal menjadi penerimaan kas masuk bagi PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT Acset Indonusa Tbk (ACST).

Sekretaris Perusahaan Acset Indonusa Maria Cesilia Hapsari mengatakan, saat ini proses pembayaraan ongkos konstruksi Japek II dalam tahap inspeksi akhir oleh Jasa Marga. Total pembayaran kepada Acset mencapai Rp 5 triliun, di luar retensi.

Hal senada turut disampaikan oleh Senior Vice President Corporate Secretary Waskita Karya Shastia Hadiarti. Bagian yang akan diterima oleh perseroan sebanyak Rp 6,2 triliun. “Saat ini, kami sedang menyiapkan dokumen-dokumen terkait untuk keperluan pembayaran tersebut,” jelas dia kepada Investor Daily, Senin (9/12).

Pembayaran proyek-proyek turnkey kepada emiten konstruksi bakal menjadi arus kas masuk yang bisa menjaga rasio utang terhadap ekuitas berada di batas aman. Tahun ini, Waskita Karya menargetkan total penerimaan kas masuk dari berbagai proyek-proyek turnkey sebesar Rp 24 triliun.

Secara terpisah, Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal mengatakan, jika proses kelengkapan administrasi dokumen selesai, maka pihaknya siap langsung membayar kewajibannya kepada Waskita dan Acset. Namun, belum bisa dipastikan apakah pembayaran akan dilakukan sebelum tutup tahun 2019 atau bulan depan.

“Kami akan bayar setelah memastikan dokumen sesuai aturan. Kami juga berharap secepat mungkin. Sumber pendanaan pun sudah secure dari sindikasi bank,” jelas dia.

Seperti diketahui, Jasa Marga menandatangani perjanjian fasilitas kredit sejumlah Rp 11,36 triliun untuk membiayai jalan tol layang Japek II pada 31 Juli 2018. Sindikasi ini berjangka waktu 15 tahun, yang terdiri dari pembiayaan konvensional dan syariah.

Ketika itu, pihak yang menjadi joint mandated lead arrangers and bookrunners adalah PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank CIMB Niaga Tbk, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero).

Adapun, tol layang Japek II berada tepat di sebagian ruas tol Jakarta-Cikampek eksisting, yang membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat. Secara fungsional, pengoperasian jalan tol ini dijadwalkan pada 20 Desember 2019. Sedangkan pengoperasian secara komersial ditargetkan paling cepat Januari 2020, atau paling lambat sebelum kuartal I-2020 berakhir.

Alternatif Pembiayaan

Tahun depan, kata Donny, perseroan mempertimbangkan sejumlah alternatif pembiayaan di luar sindikasi perbankan. Semisal, perseroan menjajaki penerbitan KIK-EBA syariah pertama di Indonesia dengan underlying asset jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Perseroan sedang berdiskusi dengan sekuritas yang akan menangani aksi penerbitan dan menjalani proses pemeringatan. Namun, perseroan belum mengajukan rencana ini ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Perseroan, lanjut Donny, juga belum menentukan secara spesifik berapa dana yang bisa diraih dari KIK-EBA, karena tergantung dari permintaan investor. Namun, perseroan berharap mampu menghimpun dana sekitar Rp 2 triliun.

Selain itu, perseroan juga turut mempertimbangkan divestasi ruas jalan tol. Sebelumnya China Communications Construction Co melalui PT China Communications Construction Indonesia (CCCI) dikabarkan melakukan uji kelaikan atau due diligence untuk mengakuisisi sebagian saham PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi. CCCI berkomitmen menyiapkan dana akuisisi hingga Rp 23 triliun.

Sebagai informasi, tol Probolinggo-Banyuwangi merupakan bagian akhir dari jaringan tol Trans Jawa. Saat ini, kepemilikan Jasa Marga pada konsesi tersebut sebesar 95%, PT Brantas Abipraya 4,9% dan PT Waskita Toll Road 0,1%.

Menurut Donny, Jasa Marga belum menentapkan valuasi dan porsi saham yang akan dilepas pada tol Probolinggo-Banyuwangi. Namun, perseroan ingin tetap menjadi pemegang saham mayoritas.

Hingga kuartal III 2019, Jasa Marga berhasil mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.041 km dengan penambahan panjang jalan tol baru di tahun 2019 sepanjang 41,46 km.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN